Bank Muamalat gelar Business Gathering
Berita lain

Bank Muamalat gelar Business Gathering

Dalam rangka milad atau Hari Ulang Tahun ke-25 tahun ini, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menyelenggarakan business gathering dengan tema: “Indonesia Economic Outlook 2017: Q1 Review, Challenges and Prospects”. Acara ini diharapkan bisa memberikan informasi terkini kepada nasabah korporasi Bank Muamalat mengenai kondisi ekonomi Indonesia, regional dan global.

Bank Muamalat menghadirkan ekonom Anggito Abimanyu sebagai pembicara dalam seminar tersebut. Anggito merupakan ekonom yang pernah menjabat posisi strategis di pemerintahan, memiliki pemahaman yang sangat baik tentang makro ekonomi, moneter dan sektor riil. Nasabah korporasi diharapkan mendapatkan informasi dan insight yang baik sebagai salah satu bahan untuk mengambil keputusan bisnis.

Endy Abdurahman, Direktur Utama Bank Muamalat, mengatakan Bank Muamalat selalu berusaha memposisikan diri sebagai mitra usaha yang memberikan layanan dan solusi perbankan kepada nasabah korporasi. “Acara seminar ini juga merupakan wujud komitmen Bank Muamalat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan cara memberikan bantuan pendanaan perusahaan-perusahaan agar bisnis mereka bertumbuh,” ujar Endy dalam rilisnya.

Endy menambahkan, Bank Muamalat, akan terus meningkatkan outstanding kredit yang disalurkan untuk segmen korporasi. Pada 2017 Bank Muamalat menargetkan kredit korporasi yang disalurkan tumbuh Rp 2 triliun dari nilai outstanding 2016 yang tercatat mencapai Rp 23,30 triliun. Pada 2016 nilai outstanding kredit korporasi Bank Muamalat tercatat meningkat sebesar 8,67% dari nilai outstanding kredit korporasi 2015 yang tercatat sebesar Rp 21,44 triliun.

Indra Y. Sugiarto, Direktur Bisnis Korporasi Bank Muamalat mengatakan Bank Muamalat akan fokus menyalurkan kredit kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahan berlabel blue chip.

Sebagai kelanjutan dari strategi penyaluran kredit korporasi, kami memusatkan fokus pembiayaan pada perusahaan-perusahaan BUMN dan perusahaan-perusahaan blue chip. Berbagai perusahaan yang kami targetkan antara lain berasal dari sektor infrastruktur, industri seperti kendaraan bermotor, agrikultur seperti industri kelapa sawit, perdagangan, makanan/minuman, pendidikan, kesehatan, real estate, dan lain-lain,” ujar Indra. “Kami berharap, strategi ini dapat memacu tren positif pertumbuhan sektor pembiayaan di Indonesia, sekaligus memenuhi target pembiayaan korporasi Bank Muamalat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *