Awas Nyeri Punggung Mengganggu Mental Anda

Segera tangani atau berobat. Jangan biarkan nyeri punggung berkepanjangan. Sebab, nyeri punggung tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik, melainkan juga kesehatan mental.


Tim peneliti – yang dipimpin oleh Prof. Patricia Schofield dan Dr. Brendon Stubbs dari Anglia Ruskin University di Inggris – membuktikan bahwa nyeri punggi bisa mempengaruhi kesehatan mental seperti gangguan mood, penyalahgunaan alkohol, dan gangguan kecemasan.

Dalam situs medicalnewstoday.com (5/12/16) Schofield dan koleganya mengambil data dari 190.595 orang yang berusia 18 atau lebih tua di 43 negara, sehingga ini merupakan studi terbesar dari jenisnya. Dari 43 negara, 19 negara sebagian besar penduduknya digolongkan berpenghasilan rendah. Sedangkan sisanya, berpenghasilan menengah.

Tim menggunakan data dari Survei Kesehatan Dunia 2002-2004, proyek yang digelar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk “menghasilkan informasi pada kesehatan populasi dewasa dan sistem kesehatan.”

Secara keseluruhan, menurut hasil survei tadi, nyeri punggung terjadi pada 35,1 persen dari populasi. Dari jumlah tersebut, 6,9 persen melaporkan nyeri punggung kronis. Dari negara-negara diselidiki, populasi penduduk yang mengeluh sakit punggung hanya 13,7 persen.

Di beberapa negara, lebih dari separuh responden melaporkan nyeri punggung; Nepal adalah tertinggi dengan 57,1 persen. Demikian pula, 53,1 persen di Bangladesh melaporkan nyeri punggung, serta 52 persen orang di Brasil.

Analisis data kuesioner menunjukkan bahwa apabila dibandingkan dengan orang tanpa keluhan nyeri punggung, orang-orang dengan nyeri punggung kronis tiga kali lebih berisiko mengalami episode depresi dan 2,6 kali lebih mungkin untuk mengalami psikosis.

Menurut Global Burden of studi Penyakit, nyeri punggung bawah mempengaruhi hampir 1 dari 10 orang. Studi terbaru dan terbesar ituditerbitkan minggu ini dalam jurnal General Hospital Psychiatry.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *