Risiko Terkena Penyakit Jantung Dipengaruhi Lamanya Menyusui

Para peneliti di National Jewish Health (Israel) dan University of Iowa (Amerika Serikat) telah mengidentifikasi senyawa dalam ASI manusia yang melawan infeksi oleh bakteri berbahaya, tetapi memungkinkan bakteri baik berkembang.

Senyawa itu adalah gliserol monolaurat (GML). Jumlah GML pada ASI manusia 200 kali lebih banyak daripada GML dalam susu sapi. Sedangkan susu formula bayi tidak memilikinya. Padahal GML tidak mahal untuk diproduksi. 

“Temuan kami menunjukkan bahwa kadar GML yang tinggi adalah unik untuk ASI manusia dan sangat menghambat pertumbuhan bakteri patogen,” kata Donald Leung, MD, PhD, profesor pediatri di National Jewish Health dan penulis senior pada makalah di Scientific Reports, yang dikutip situs scitechdaily.com (10/10/2019).

“Mereka (GML) membunuh bakteri menguntungkan bersama dengan yang patogen,” kata Profesor Patrick Schlievert, PhD, profesor mikrobiologi dan imunologi di Fakultas Kedokteran Universitas Carver Iowa.

 “GML jauh lebih selektif, hanya memerangi bakteri patogen sementara memungkinkan spesies yang menguntungkan berkembang. Kami pikir GML memegang potensi tambahan untuk susu sapi dan susu formula bayi yang dapat meningkatkan kesehatan bayi di seluruh dunia. ”

Setelah mengetahui ASI mengandung kadar GML yang jauh lebih tinggi daripada susu sapi, para peneliti menunjukkan bahwa ASI manusia itu menghambat pertumbuhan bakteri patogen Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis dan Clostridium perfringens, sementara susu sapi maupun susu formula bayi tidak memiliki efek apa pun. 

ASI tidak menghambat pertumbuhan bakteri baik, seperti Enterococcus faecilis. Bayi yang diberi ASI memiliki tingkat bakteri baik bifidobacteria, lactobacilli dan enterococci.

Ketika para peneliti menghapus GML dari ASI manusia, ia kehilangan aktivitas antimikroba terhadap S. aureus. Ketika peneliti menambahkan GML ke susu sapi, itu menjadi antimikroba.

Para peneliti juga menunjukkan bahwa GML menghambat peradangan pada sel epitel, yang melapisi usus dan permukaan mukosa lainnya. Jika terjadi, peradangan dapat merusak sel-sel epitel dan berkontribusi terhadap kerentanan terhadap infeksi bakteri dan virus.

Schlievert dan Leung telah mengajukan permohonan paten untuk penggunaan GML sebagai zat tambahan yang bermanfaat untuk susu sapi dan susu bayi.

Namun perlu studi lanjutan untuk menentukan apakah GML bisa menjadi aditif yang bermanfaat untuk susu sapi dan susu bayi. (ast)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.