Alopurinol Atasi Nyeri Dada Kronis
Tips

Alopurinol Atasi Nyeri Dada Kronis

Siapa tak kenal alopurinol. Obat yang berusia 45 tahun ini sudah dikenal sebagai salah satu obat kelebihan asam urat dalam darah.Tapi penelitian terbaru, obat tersebut bisa mengatasi nyeri dada kronis.

Penelitian yang dilakukan Dokter Awsan Noman dari Universitas Dundee, Skotlandia, menunjukkan obat tersebut bisa dimanfaatkan pula untuk mengatasi nyeri dada kronis pada pasien angina. “Alopurinol memperlama pasien untuk bisa berjalan selama serangan jantung tiba,” ujarnya seperti dikutip situs theheart.com.

Studi tersebut melibatkan 65 pasien yang tercatat lewat pemeriksaan angiografi menderitakan penyakit jantung koroner dan nyeri dada. Sebagian diberikan alopurinol sebanyak 600 mg per hari, sebagian lagi diberikan plasebo (obat bohongan). Pemantauan terlangsung selama 6 pekan secara bergantian. Maksudnya pengguna alopurinol berganti mengonsumsi plasebo 6 pekan kemudian. Riset dikerjakan secara double-blind. Artinya, dokter dan pasien tak tahu isi obat.

Dalam tahap pertama, 31 pasien mendapat alopurinol. Tapi 28 pasien saja yang dianalisa. Sedangkan 34 pasien yang menenggak plasebo, 32 yang diamati. Sedangkan pada tahap kedua, semua pasien dianalisa. Hasilnya kemampuan bernafas grup alopurinol 298 detik. Ini lebih lama ketimbang pengguna plasebo 232 detik.

Kemampuan pasien jantung untuk melakukan aktivitas juga lebih lama pada pemakai alopurinol, yaitu 393 detik daripada pengguna plasebo yang cuma 307 detik. Mereka bisa berjalan 25% lebih lama, meski mengalami serangan jantung. “Artinya pasien dapat melakukan aktivitas lebih lama tanpa merasakan nyeri dada,” katanya.

Studi tersebut memang baru dikerjakan dengan sedikit pasien. Bahkan beberapa dokter menilai sebagai case report. Namun bila dilanjutkan dengan melibatkan lebih banyak pasien dan terbukti benar, ini merupakan terobosan baru. Sebab, pasien angina lumayan jumlahnya. Di Inggris, 2 juta orang terkena angina, yang merupakan gejala umum penyakit jantung. Satu dari 3 pasien mengalami nyeri dada sekali sepekan.

Sementara itu, separo dari pasien jantung koroner di Amerika Serikat mengaku kena angina. Di Indonesia belum diketahui angka pasti. Namun di sejumlah rumah sakit dilaporkan penderita angina yang dirawat di ruang perawatan intensif di bidang kardiovaskular cenderung meningkat.

Kecuali nyeri di dada, penderita angina biasanya juga merasakan rasa tidak nyaman di bahu kiri, lengan kiri bagian dalam, punggung, tenggorokan, rahang, dan lengan kanan. Biasanya muncul pada saat aktivitas dan menghilang bila beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *