12 July 2024

Meski Nilai Rupiah Turun, BI Tidak Mengubah suku Bunga

Read Time:54 Second

WARTABUGAR – Nilai mata uang Indonesia, Rupiah belakangan ini mengalami penurunan. Bahkan sempat menembus angka Rp 16.500 per US$.

Kondisi demikian dikawatirkan memengaruhi perekonomian Indonesia. Untuk itu Bank Indonesia (BI) lewat Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-20 Juni 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,25%, suku bunga Deposit Facility sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%.

Menurut BI,  Keputusan ini konsisten dengan kebijakan moneter pro-stability sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025.

“Kebijakan ini didukung dengan penguatan operasi moneter  untuk memperkuat efektivitas stabilisasi nilai tukar Rupiah dan masuknya aliran modal asing,” bunyi pernyataan BI belum lama ini.

Sementara itu, kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan rumah tangga.

Kebijakan sistem pembayaran juga  diarahkan untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi digitalisasi sistem pembayaran.

Aries Kelana

Sumber: Bank Indonesia

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Gizi Anak Harus Ditingkatkan Agar Menjadi Anak Berkualitas Previous post Ini yang Harus Diperhatikan Generasi Milenial Jika Mempunyai Anak
Next post BNI Sekuritas Dapat Penghargaan Internasional, Apa Itu?