Read Time:1 Minute, 38 Second

WARTABUGAR – Obat Parasetamol tentunya sudah tidak asing lagi. Parasetamol kerap digunakan untuk mengatasi rasa nyeri seperti sakit kepala, pusing, sakit gigi hingga pegal-pegal dan nyeri haid.

Parasetamol (Asetaminofen) memiliki indikasi mengobati rasa nyeri ringan hingga sedang, nyeri sesudah operasi cabut gigi, dan demam akibat infeksi (pireksia).

Parasetamol tersedia dalam bentuk sirup, obat tetes, tablet, infus, dan suppositoria atau obat solid untuk dimasukkan melalui anus/rektum.

Parasetamol bekerja menurunkan suhu tubuh saat seseorang sedang mengalami demam, dengan cara mengintervensi pusat pengaturan temperatur yang ada di otak.

Selain itu, parasetamol juga berfungsi menghambat pembentukan senyawa pemicu rasa nyeri dan bengkak (prostaglandin) yang terjadi ketika tubuh mengalami cedera.

Obat bebas satu ini termasuk dalam obat penurun panas dan pereda nyeri (analgesik dan antipiretik). Parasetamol dapat dikonsumsi oleh anak-anak maupun orang dewasa dengan dosis tertentu.

Mengutip laman resmi BPOM, Parasetamol dapat diberikan untuk bayi berusia 2 bulan sebanyak 60 mg untuk pascaimunisasi pireksia sesuai dengan saran dokter.

Untuk balita sampai usia 5 tahun berkisar 120 mg hingga 240 mg, sedangkan anak usia 6-10 tahun diberikan dosis 250 mg hingga 480 mg.

Untuk dewasa, dosis Parasetamol yang tepat berada di kisaran 500-1.000 mg setiap 4-6 jam sekali, dengan dosis maksimal 4.000 mg per hari.

Parasetamol jarang menimbulkan efek samping, tetapi dilaporkan terjadi reaksi hipersensitivitas seperti ruam kulit, kelainan darah, hipotensi, hilang nafsu makan, rasa lelah berlebih, hingga penyakit kuning.

Penggunaan Parasetamol bersama sejumlah obat lainnya dapat menimbulkan kontraindikasi, seperti penyerapan obat yang tidak maksimal jika digunakan bersamaan dengan Cholestyramine.

Kemudian peningkatan risiko efek samping jika dikonsumsi dengan Metoclopramide.

Juga risiko perdarahan jika digunakan bersamaan dengan Warfarin dalam jangka panjang, serta peningkatan risiko kerusakan hati jika diminum bersama Phenobarbital.

Parasetamol dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan, dan sebaiknya diminum dengan air putih.

Gunakan Parasetamol sesuai dosis yang tercantum pada kemasan dan hentikan penggunaan apabila tidak ada keluhan atau gangguan penyakit lebih lanjut.

Jika rasa nyeri atau demam tidak kunjung reda setelah 3 hari, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Iklan Makanan Cepat Saji Memengaruhi Pilihan Makanan Anak-anak Previous post Hati-hati Kebanyakan Makan Fast Food Bisa Merusak Hati
Next post UOB Indonesia Luncurkan UOB Infinity