16 July 2024

Hati-hati Kebanyakan Makan Fast Food Bisa Merusak Hati

Read Time:1 Minute, 32 Second

WARTABUGAR – Fast food atau dikenal dengan nama makanan cepat saji belakangan ini menjadi populer. Makanan ini menjamur hingga ke pelosok. Ini karena selain enak, makanan ini cepat penyajian.

Tapi tahukah Anda kalo fast food tak baik untuk kesehatan. Studi terbaru dari Keck Medicine of USC (University of South California), Amerika Serikat, membeberkan bahaya kesehatan.

Laporan itu disajikan di Jurnal Clinical Gastroenterology and Hepatology – juga dikutip oleh Science Daily belum lama ini -memberi orang motivasi ekstra untuk mengurangi konsumsi makanan cepat saji.

Studi tersebut menemukan bahwa makan makanan cepat saji dikaitkan dengan penyakit hati berlemak nonalkohol, kondisi yang berpotensi mengancam jiwa di mana lemak menumpuk di hati.

Para peneliti menemukan bahwa orang dengan obesitas atau diabetes yang mengonsumsi 20% atau lebih kalori harian mereka dari makanan cepat saji memiliki kadar lemak yang sangat tinggi di hati mereka dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit atau tidak makan makanan cepat saji.

Dan populasi umum mengalami peningkatan lemak hati sedang ketika seperlima atau lebih dari diet mereka adalah makanan cepat saji.

“Hati yang sehat mengandung sedikit lemak, biasanya kurang dari 5%, dan bahkan peningkatan lemak yang moderat dapat menyebabkan penyakit hati berlemak nonalkohol,” kata Ani Kardashian,  ahli hepatologi dari Keck Medicine dan penulis utama studi tersebut.

“Peningkatan lemak hati yang parah pada mereka yang obesitas atau diabetes sangat mencolok, dan mungkin karena fakta bahwa kondisi ini menyebabkan kerentanan yang lebih besar untuk menumpuk lemak di hati.”

Ini adalah salah satu studi pertama yang menunjukkan dampak negatif dari makanan cepat saji pada kesehatan hati.

Temuan juga mengungkapkan bahwa makanan cepat saji dalam jumlah yang relatif sederhana, yang tinggi karbohidrat dan lemak, dapat merusak hati.

“Jika orang makan satu kali sehari di restoran cepat saji, mereka mungkin berpikir mereka tidak membahayakan,” kata Kardashian.

“Namun, jika satu kali makan itu sama dengan setidaknya seperlima dari kalori harian mereka, mereka membahayakan hati mereka.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Qoala Bantu 600000 Tenaga Pemasaran
Penasehat Ekonomi PM Jepang Usulkan Harga Obat Turun Next post Parasetamol, Tak Cuma Sekedar Obat Penurun Panas