Read Time:1 Minute, 3 Second

WARTABUGAR – Obat sirup yang diminum anak-anak telah memakan korban berupa penyakit gagal ginjal akut. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung melakukan investigasi terhadap semua obat sirup berbahaya. Beberapa obat dinyatakan tidak aman dikonsumsi.

BPOM pun mengeluarkan pernyataan bahwa ada 6 perusahaan obat yang dinyatakan melanggar ketentuan dan  dijatuhi sejumlah sanksi, termasuk pencabutan izin edar semua produknya.

Seperti dilansir dari CNBC Indonesia beberapa waktu lalu, BPOM membuat surat Nomor HM.01.1.2.12.22.188 Tanggal 22 Desember 2022 tentang Tindak Lanjut Investigasi dan Pengawasan BPOM terhadap Sirup Obat yang Tidak Memenuhi Syarat pada 6 (Enam) Industri Farmasi.

Keenam perusahaan farmasi tersebut yaitu: PT Yarindo Farmatama, PT Universal Pharmaceutical Industries,  PT Afi Farma,PT Ciubros Farma, PT Samco Farma, dan PT Rama Emerald Multi Sukses.

BPOM menyatakan, keenam perusahaan farmasi tersebut disanksi setelah terbukti memproduksi obat sirup atau sediaan cair dengan kadar cemaran etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang melebihi ambang batas aman. Seperti diketahui, kadar EG dan DEG yang melebihi batas terbukti menjadi pemicu gagal ginjal akut pada anak di Indonesia.

Selain memberikan sanksi administratif, BPOM juga telah memerintahkan keenam perusahaan farmasi tersebut untuk menghentikan seluruh kegiatan produksi dan distribusi obat sirup, mengembalikan seluruh surat persetujuan izin edar obat sirup, dan menarik peredaran obat sirup di masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
serangan jantung dapat terjadi di perjalanan ( Previous post Rutin Minum Madu Mengurangi Risiko Terkena Penyakit Kardiovaskular
Tes darah pedeteksi alzheimer Next post Jangan Sedih Obat Alzheimer Sudah Ada