Read Time:1 Minute, 3 Second

WARTABUGAR – Indonesia memang berhasil mengurangi ketergantungan bahan baku obat impor dari 95 persen menjadi 83 persen. Itu dilakukan setelah beberapa produsen obat lokal sudah bisa bisa memproduksi bahan baku obat, dan disalurkan ke sejumlah produsen obat. Ditargetkand alam beberapa tahun ke delam persentase impor itu bisa diturunkan lagi hingga sekitar 25%.

Untuk mencapai target tersebut membutuhkan waktu yang lama dan didukung oleh riset serta insentif dari pemerintah. Direktur Utama PT Bio Farma Persero Honesti Basyir mengatakan Indonesia perlu memperkuat industri kimia dasar bahan baku obat. Hal paling rumit di sektor pengembangan bahan baku obat dalam negeri berada di industri kimia dasar sebagai sektor hulu farmasi

“Riset masih menjadi tantangan utama, tidak hanya masalah teknologi, investasi dan sumber daya manusia (SDM) juga. Ini harus ada kolaborasi dengan pemerintah,” kata Honesti beberapa waqktu lampau. “Di Indonesia, industri kimia dasar tidak ada yang sanggup membuat bahan baku yang farma grade (memenuhi kriteria bahan baku obat),” katanya.

Ia mengambil contoh paracetamol, obat untuk penyakit sakit kepala dan demam. Obat itu dibuat dari benzena dan propylene yang dikembangkan menjadi bahan baku farmasi menjadi para amino phenol. Padahal benzena dan propylene sudah bisa diproduksi oleh PT Pertamina. Masalahnya, industri petrokimia di Indonesia belum punya kemampuan produksi zat kimia dasar untuk bahan baku obat sebab memerlukan investasi yang besar.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Aspirin Bisa Cegah Polusi Rusak Paru Previous post Ingin Cegah Kanker? Minum Aspirin Bisa Membantu
Next post Sambut Hari Lingkungan Hidup Dunia, Nojorono Tanam Pohon Tabebuya
RSS
Follow by Email