Read Time:59 Second

WARTABUGAR – Upaya untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku impor dan menjaga kemandirian di bidang farmasi terus dilakukan oleh pemerintah yang dalam hal ini oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahan baku obat yang sudah bisa diproduksi di dalam negeri terus ditingkatkan dan dipasok ke sejumlah perusahaan farmasi nasional.

Menurut Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes Rizka Andalucia, Kemenkes telah memasok 10 molekul obat ke sejumlah industri farmasi lokal. Hingga tahun lalu, terdapat beberapa bahan baku obat, seperti obat demam paracetamol, obat anti penggumpalan darah clopidogrel, obat penggelontor kolesterol atorvastatin dan simvastatin, hormon pengatur produksi sel darah erithropoietin, obat hepatitis B kronis entecavir,obat penyakit kelebihan produksi asam lambung omeprazole, dan obat antiretroviral efavirenz.

Paracetamol diproduksi PT Riasima Abadi Farma, simvastatin, atorvastatin, clopidogrel, efavirenz, entecavir, lopidogrel dan atorvastatin oleh PT Kimia Farma Sungwun Pharmacopeia, omeprazole (PT Ferron Pharmaceutical, erithropoietin (PT Daewoong Infion dan PT Kalbio Global), dan garam farmasi oleh PT Karya Daya Syafarmasi.

“Kementerian Kesehatan sedang melakukan transformasi sistem kesehatan, yang salah satu pilarnya adalah transformasi sistem ketahanan kesehatan dengan agenda untuk meningkatkan ketahanan sektor farmasi melalui produksi lokal produk biopharmaceutical, vaksin, Active Pharmaceutical Ingredients (API) kimia dan natural,” pungkas Rizka Andalucia di Cikarang (2/6/2022).

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Wamenkes Dante Saksono Previous post Kemenkes Terbitkan Formularium Fitofarmaka
Bersepeda Cegah Diabetes Next post
RSS
Follow by Email