Read Time:1 Minute, 15 Second

WARTABUGAR – Musim haji sebentar lagi tiba. Kementerian Kesehatan mengimbau kepada jamaah haji Indonesia untuk mewaspadai heat stroke.

Kepala kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah, Muhammad Imran menjelaskan, heat stroke atau serangan panas menjadi hal utama yang diantisipasi oleh tenaga kesehatan haji dalam menjalankan tugas.

Karenanya, penting mengenali tanda-tanda heat stroke untuk mencegah risiko gangguan kesehatan yang fatal.

“Mereka harus mengenali gejala heat exhausted, seperti pusing, mual terutama pada saat aktivitas di luar ruangan,” tegas Imran dikutip dari laman resmi Kemenkes, (30/5/2022).

Menurutnya, ada beberapa kondisi seseorang dinyatakan mengalami heat stroke. Kondisi pertama yaitu heat exhausted, yang ditandai dengan gejala seperti sakit kepala, keringat berlebihan, kulit terlihat pucat dan lembab, terasa dingin, nafas cepat, mual, dan nyeri otot.

“Kondisi ini dapat diatasi dengan minum air yang cukup, mengganti elektrolit yang hilang, menyemprot tubuh dengan air dan beristirahat setidaknya 30 menit,” imbuh Imran.

Selanjutnya, kondisi heat exhausted akan berkembang menjadi heat stroke yang merupakan kondisi paling berat ketika tubuh tidak dapat lagi mengontrol suhu panas.

Ketika heat stroke terjadi, suhu badan akan meningkat cepat hingga 41 derajat Celcius dalam waktu 10-15 menit. Tubuh pun tidak dapat mengeluarkan keringat.

Kondisi heat stroke dapat menyebabkan kematian karena memperparah kondisi orang yang sedang sakit atau mengalami penyakit bawaan.

Untuk itu, Imran menegaskan perlunya melakukan upaya pencegahan untuk petugas, mulai dari edukasi cara menyemprot air, bagaimana cara melarutkan dan waktu yang tepat untuk minum cairan elektrolit.

“Sementara untuk jemaah, selalu melengkapi diri dengan APD dan jangan tunggu haus untuk minum,” tutup Imran.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Hore Wisatawan Indonesia Sudah Diperbolehkan Berwisata ke Jepang
Next post Mau Deteksi TBC? Cukup Lewat Pemeriksaan Darah
RSS
Follow by Email