Read Time:2 Minute, 3 Second

WARTABUGAR – ICDX Group mengumumkan kemitraannya dengan Helixtap Technologies untuk meluncurkan dan mempromosikan instrumen derivatif yang terkait dengan kontrak berjangka karet yang akan diperdagangkan melalui ICDX, dan dijamin oleh lembaga kliring Indonesia Clearing House (ICH).

Sebelumnya ICDX telah mendapatkan persetujuan dari BAPPEBTI untuk memperdagangkan kontrak berjangka karet dengan underlying asset karet Technically Specified Rubber (TSR) 20 asal Indonesia atau dikenal dengan Standard Indonesian Rubber 20 (SIR20).

“Melalui peluncuran kontrak berjangka karet ini, ICDX berharap dapat semakin mengembangkan pasar karet Indonesia serta semakin mengokohkan (posisi/daya saing) Indonesia yang saat ini merupakan produsen komoditi karet terbesar kedua di dunia untuk menjadi eksportir terkemuka di pasar global, serta menjadikan ICDX sebagai bursa berjangka komoditi terkemuka untuk perdagangan karet,” kata CEO ICDX, Lamon Rutten.

Helixtap Technologies (Helixtap) adalah perusahaan financial techonology dan data yang bergerak di bidang digitalisasi komoditas. Dalam kemitraan ini Helixtap akan memverifikasi, mengonfirmasi, dan mempublikasikan informasi harga kontrak karet secara real-time untuk penjualan dan pembelian volume karet dari pelaku pasar melalui platform, metodologi, dan penyedia pasar milik Helixtap.

“Kami berkomitmen mendukung industri karet yang lebih inklusif. Kolaborasi bersama ICDX menghasilkan produk baru yang berfokus pada data real-time, serta meningkatkan konektivitas seluruh peserta pasar dan manfaat yang diperoleh dari aktivitas perdagangan karet. Hal-hal ini merupakan unsur utama dari misi perusahaan kami,” kata CEO Helixtap Technologies, Farah Miller, dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (20/5/2022).

Perdagangan kontrak berjangka karet melalui ICDX memiliki dua jenis penyelesaian yakni dengan penyerahan fisik atau melalui penyelesaian secara tunai (cash settled)Dengan demikian ICDX akan bertanggung jawab atas pengelolaan harian perdagangan berjangka karet dan operasi kliring terkait, menangani pengiriman fisik setelah berakhirnya kontrak, dan akan bertanggung jawab untuk melaporkan transaksi kepada regulator, serta mendukung pemasaran kontrak berjangka karet, baik melalui saluran yang ada, dan bersama-sama dengan Helixtap.

Sebagai upaya standarisasi ICDX dalam penyelesaian kontrak untuk penyerahan fisik, ICDX memiliki platform E-PACT yang merupakan sistem perangkat lunak berbasis website, yang akan mendematerialisasi komoditas fisik menjadi bukti kepemilikan elektronik (Electronic Warehouse Receipt), dan mengintegrasikan pelaku perdagangan komoditas di ICDX.

“Hingga saat ini, pelaku pasar karet Indonesia masih menggunakan harga yang dibentuk di bursa luar sebagai acuan harga karena belum tersedia kontrak karet yang diperdagangkan di bursa berjangka Indonesia. Dengan adanya kontrak berjangka karet ini, ICDX berharap akan dapat menjadi daya tarik bagi investor yang selama ini melakukan lindung nilai di bursa luar. Dengan memanfaatkan bursa berjangka, maka para pelaku pasar khususnya eksportir karet Indonesia dapat menentukan selling price produk mereka dengan lebih tepat,” tambah Lamon.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Bank DBS Previous post DBS Tingkatkan Upaya Digitalisasi di Asia
Next post Tenang, Daging Hewan Rebus Tak Bisa Nulari PMK Ke Manusia
RSS
Follow by Email