Read Time:59 Second

WARTABUGAR – Pasien penyakit jantung khususnya gagal jantung bisa tetap berpuasa, dengan memperhatikan rambu-rambu kesehatan.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Bonita Effendi menjelaskan, pasien penyakit jantung perlu mendapat perhatian khusus saat puasa karena adanya kewajiban minum obat secara rutin dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Pasien gagal jantung perlu pembatasan cairan, yaitu hanya 70-80% dari kebutuhan cairan orang sehat per hari,” jelas Effendi dikutip dari suara.com (11/4/2022).

Lebih lanjut ia menyarankan agar pasien penyakit jantung melakukan pengecekan dan berkonsultasi terlebih dahulu, apakah kondisi jantung sudah terkontrol dengan baik. Evaluasi sebelum melakukan puasa sangat penting untuk dilakukan.

“Selain itu, mereka disarankan tetap melakukan kontrol pengobatan untuk masalah penyakit jantung,” imbuh Effendi.

Nantinya, kondisi pasien akan menentukan pola seperti apa yang harus diterapkan. Mengingat penyakit jantung ada banyak jenisnya, mulai dari gangguan irama jantung, gagal jantung, penyakit jantung bawaan, dan lain-lain.

Untuk pasien penyakit jantung koroner misalnya, perlu menerapkan pola makan tinggi serat dan membatasi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol, serta berolahraga secara rutin.

“Puasa bermanfaat bagi kesehatan jantung, antara lain dapat menurunkan asupan kalori termasuk jenis makanan berlemak yang tinggi kolesterol/LDL ataupun makanan yang memicu peningkatan trigliserida,” tutup Effendi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Amway Luncurkan Mesin Penjernih Air Baru
DNA virus HIV Next post Jangan Santai Meski Varian Baru COVID-19 Belum Masuk
RSS
Follow by Email