Read Time:2 Minute, 48 Second

WARTABUGAR – Terlepas dari pandemi, terbatasnya akses kesehatan di luar kota besar masih menjadi tantangan industri kesehatan tanah air. Ketidakmerataan fasilitas kesehatan daerah dibanding kota besar, jumlah dokter spesialis, ketersediaan stok obat dan jumlah apotek, hingga biaya pengobatan masih kerap menjadi kekhawatiran bagi masyarakat daerah untuk mengakses pelayanan kesehatan yang berkualitas.

Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari negara kepulauan kerap menjadi penghalang bagi infrastruktur untuk bisa menjangkau masyarakat secara merata.

Perjalanan laut belasan jam yang masih harus dilalui untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan rumah sakit, kerap terjadi bukan hanya bagi masyarakat di wilayah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal), namun juga masyarakat yang tinggal di kepulauan sekitar Pulau Jawa.

Tak jarang pasien yang diantar kemudian meninggal di tengah laut dan terpaksa harus kembali ke kampung. Upaya preventif dalam kesehatan lantas dinilai dapat menjadi solusi dari tantangan ini, diantaranya melalui kehadiran telehealth yang memungkinkan konsultasi jarak jauh secara real time, sehingga dapat menjadi pertolongan pertama, sejumlah risiko penyakit dapat diminimalisir dan kasus gawat darurat dapat ditekan.

Lebih lanjut, penetrasi teknologi akibat dorongan pandemi, juga berpotensi membawa dampak cukup besar dalam membuka transformasi akses kesehatan melalui teknologi secara lebih mudah dan merata bagi masyarakat di kota tier 2 dan 3. Dalam acara Digitalisasi Nusantara Expo & Summit 2022 yang digelar di Solo pekan lalu, dr. Moh. Adib Khumaidi, Sp.OT Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia, mengatakan, “Pandemi tidak hanya menjadi krisis bagi dunia kesehatan, namun juga menjadi pembelajaran akan pentingnya akses kesehatan yang mudah dan merata di Indonesia. Pada prinsipnya, transformasi digital di bidang kesehatan ini merupakan kebutuhan masyarakat secara global dan Indonesia sangat beruntung memiliki ekosistem teknologi yang kuat, sehingga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sebagai upaya dalam mendukung dan mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk di daerah.”

Di saat aktivitas masyarakat harus semakin dibatasi akibat pandemi, teknologi di sektor kesehatan justru menjadi solusi yang memudahkan masyarakat mendapatkan akses layanan kesehatan secara daring seperti konsultasi jarak jauh, apalagi untuk masyarakat di kota tier 2 dan 3. Popularitas telehealth pun semakin meningkat seiring dengan upaya pemerintah untuk menciptakan “rumah sakit tanpa dinding” dan berbagai program kolaborasi yang dilakukan dalam penanganan pandemi seperti program isolasi mandiri yang dibantu telehealth.

Tidak hanya kemudahan akses konsultasi dengan dokter, ketersediaan dan integrasi apotek dengan telehealth juga memiliki peran dalam memberikan layanan kesehatan berkualitas yang merata di kota tier 2 dan 3.

Saat berdiskusi terkait perluasan akses kesehatan melalui pemanfaatan telehealth, Apt. Drs Nurul Falah Eddy Pariang, Ketua Ikatan Apoteker Indonesia, mengatakan, “Layanan telehealth, seperti Halodoc, yang sangat ramah pengguna membuat masyarakat yang tinggal di daerah sekalipun merasa terbantu. Apotek dan telehealth lantas menjadi sebuah sinergi baru yang harus dilakukan, sehingga akses layanan kesehatan berkualitas di sejumlah daerah tidak lagi terhalang oleh jarak.”

Lebih lanjut, Halodoc sebagai platform layanan kesehatan, juga melihat peningkatan penggunaan telehealth oleh masyarakat di luar Pulau Jawa, diantaranya Maluku, Kepulauan Riau, Kalimantan, Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur, dan Papua.

Jonathan Sudharta, Co-Founder dan CEO Halodoc, mengatakan “Ekosistem telehealth yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun, mampu menjembatani kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang berkualitas dan terpercaya. Telehealth kini memungkinkan masyarakat di berbagai daerah bahkan Papua, untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis dari kota besar, seperti Jakarta. Dengan misi menyederhanakan akses layanan kesehatan di berbagai daerah, Halodoc berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan teknologi di luar kota besar yang diharapkan dapat menjadi solusi di tengah terbatasnya akses kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil di Indonesia.”

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Komunitas Gentle Birth Diluncurkan Previous post Ikuti Saran Dokter Buat Ibu Hamil Muda Yang Ingin Berpuasa
Next post Qoala Beri Bonus Kepada Mitranya
RSS
Follow by Email