Read Time:1 Minute, 44 Second

WARTABUGAR – Saat ini film buatan anak bangsa semakin keren, terbukti dengan semakin beragamnya genre film dan film yang mendapatkan penghargaan di ajang internasional. Hal tersebut luar biasa, sebab sektor perfilman menjadi salah satu sektor yang terdampak COVID-19.

Namun, para pembuat film terus berkreasi menyajikan karya-karya istimewa untuk para penikmat film. Apalagi saat ini film-film tersebut dapat ditonton tak hanya di bioskop, namun juga melalui layanan streaming.

Edwin Nazir, Produser Film & Ketua Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) menyatakan bahwa kualitas film Indonesia terus meningkat dalam berbagai aspek, termasuk aspek teknis, estetika, dan alur cerita. Perpaduan aspek-aspek tersebut harus menjadi sebuah kombinasi yang baik sebab film merupakan sebuah karya kolektif.

“Saya juga bangga karena di penghujung tahun 2019, industri film Indonesia masuk dalam 10 besar pasar film terbesar secara global dengan nilai US$ 500 juta,” ujarnya dalam diskusi yang digelar Clubhouse.

Pada kesempatan yang sama, Ertanto Robby Soediskam, Sutradara & Penulis Skenario, menjelaskan, penurunan jumlah kasus COVID-19 memberikan harapan baru bagi industri perfilman Indonesia yang sempat terdampak oleh pandemi.

Untungnya, bioskop sudah dibuka kembali dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Cinema Experience dalam bioskop tidak tergantikan, dengan demikian, masyarakat dapat pergi ke bioskop untuk menikmati film, baik menonton film sendiri maupun bersama orang-orang yang mereka cintai,” kata Ertanto.

Tak hanya itu, dibukanya kembali bioskop juga dapat memberikan potensi tambahan bagi pendapatan negara. Hal ini terjadi karena industri film mampu menyerap lebih dari 5.000 pekerja di subsektor film, animasi, dan lainnya.

Florence Giovani, Produser Film & Pendiri Studio Antelope, sebuah film & content creation company, mengapresiasi kegiatan ini dan mengatakan, kita dapat berdiskusi mengenai industri film Indonesia dengan para pakar dan penikmat film menggunakan media sosial jenis baru ini.

“Di Hari Film Nasional ini, saya berharap film Indonesia bisa lebih beragam karena banyak sekali potensi dari cerita lokal yang ada di Indonesia,” kata Florence dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (31/3/2022).

“Penonton film Indonesia sendiri tidak terbatas di Indonesia saja, karena dengan adanya festival film dan OTT Platform, semakin memperluas kesempatan untuk memperkenalkan film Indonesia ke seluruh dunia,” pungkas Florence.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Salah satu acara akulaku Previous post Akulaku Dapat Pendanaan Sebesar Rp143 Milyar
Next post Untuk Melindungi Dari COVID-19, Ibu Hamil Perlu Divaksin Lengkap Termasuk Booster
RSS
Follow by Email