Read Time:1 Minute, 42 Second

WARTABUGAR – Kesehatan mulut yang terganggu dapat membatasi kapasitas individu dalam menggigit, mengunyah, tersenyum, berbicara, dan kesejahteraan psikososial.

Sejumlah penelitian menunjukkan hubungan yang kuat antara kesehatan mulut yang buruk dan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan stroke.

Sementara itu, kondisi gigi dan mulut yang buruk pada wanita hamil juga dapat menyebabkan persalinan prematur, berat badan lahir rendah, pre-eklamsia, gigi goyang, gigi berlubang, erosi, dan tumor kehamilan.

Menurut Mirza, dokter gigi, kesehatan gigi dan mulut saat ini masih kurang diperhatikan oleh masyarakat luas. Padahal, mulut dan gigi adalah salah satu kunci untuk memiliki kesehatan tubuh yang menyeluruh dan optimal.

“Jika kesehatan gigi dan mulut tidak terjaga, maka banyak penyakit yang mengintai, diantaranya seperti kanker mulut dan tenggorokan, kerusakan gigi, diabetes serta peningkatan risiko pada kehamilan,” ujarnya dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (28/3/2022).

Oleh karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, terutama di masa pandemi dimana virus dan bakteri lebih rentan masuk melalui mulut.

Selain itu, dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut, asupan makanan dan minuman akan diproses lebih baik sehingga dapat diterima optimal oleh sistem pencernaan”, jelas Mirza.

 

 

 

Kebersihan mulut memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh. Kebiasaan menyikat gigi secara teratur dapat membantu mengurangi munculnya penyakit dan melindungi diri dari faktor risiko kardio-metabolik. Di Indonesia dilaporkan masalah kesehatan gigi dan mulut remaja meningkat prevalensinya dari 25% pada tahun 2013 menjadi 56% pada tahun 2018, dan 73% pernah menderita karies pada tahun 2018[5]. Hal ini membuktikan bahwa upaya peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan mulut di masyarakat masih perlu ditingkatkan.

 

 

 

“Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesehatan gigi dan mulut seseorang, salah satunya adalah kebiasaan dan gaya hidup, seperti jarang menyikat gigi, tidak melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi, dan lain sebagainya. Maka itu, penting bagi orang tua membiasakan anak untuk menyikat gigi secara teratur sejak dini dan rutin memeriksa kesehatan gigi dan mulut setiap enam bulan sekali, sehingga kebiasaan ini dapat dipertahankan hingga dewasa.”, ujar drg. Mirza M.A, Sp.KG.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Gandeng Pemkot Surabaya Wings Group Gelari Aksi Bersih Sungai
Next post Crowdo-Zilingo Perdayakan Perempuan Dalam UMKM
RSS
Follow by Email