Read Time:2 Minute, 19 Second

WARTABUGAR – Dengan semakin pentingnya peranan teknologi dan inovasi dalam kehidupan sehari-hari, disertai dengan pergerakan dunia menuju inisiatif digital first, sulit dibayangkan untuk bisa hidup tanpa adanya ruang digital di abad ke-21 ini.

Sayangnya, peningkatan digitalisasi juga berdampak pada lonjakan kasus kekerasan kepada perempuan di ranah online. Dalam perjalannnya, Truecaller terus berkomitmen untuk membantu komunitas untuk menciptakan komunikasi yang aman dan efisien.

Penggunaan Truecaller telah membantu perempuan di seluruh dunia untuk memblokir komunikasi tidak diinginkan dalam kehidupan sehari-hari.

Truecaller secara tegas menolak segala bentuk pelecehan terhadap perempuan dan terus mengupayakan komunikasi yang aman dan efisien untuk semua orang.

Kampanye #itsnotok kali ini merupakan upaya keberlanjutan Truecaller yang telah dimulai sejak lima tahun lalu dalam meningkatkan kesadaran akan ancaman pelecehan seksual terhadap perempuan di media online, diawali dengan penelitian mendalam di lima negara.

Sejalan dengan kebutuhan global akan keamanan di dunia maya dan pengakuan terhadap cyber hygiene, tahun ini Truecaller mengambil langkah lewat inisiatif kampanye #itsnotok – CallItout yang mendorong para perempuan untuk bersuara dan melawan pelecehan seksual yang kerap mengancam mereka melalui telepon atau SMS.

Kampanye ini bertujuan untuk menantang gagasan yang menganggap lumrah terjadinya pelecehan seksual dan secara tegas mendukung perempuan pada masa paling dibutuhkan.

Alan Mamedi, CEO dan Co-Founder Truecaller menyatakan, Truecaller menentang semua bentuk pelecehan terhadap perempuan, termasuk pelecehan online.

Mayoritas panggilan dan pesan tidak diinginkan mengandung pelecehan seksual atau penipuan, dan berasal dari nomor tidak dikenal.

“Untuk alasan ini, kami di Truecaller terus berupaya membuat saluran komunikasi lebih aman dan efisien. Aplikasi kami membantu mengidentifikasi siapa yang mencoba menghubungi Anda dan dengan bantuan komunitas, juga membantu mencari tahu tujuan mereka menghubungi Anda,” kata Alan dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (9/3/2022).

Sedangkan kampanye #itsnotok oleh TrueCaller bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pelecehan terhadap perempuan yang terjadi melalui telepon dan melindungi perempuan dari komunikasi tidak diinginkan.

“Kami mendorong perempuan di Indonesia untuk mengambil langkah, memblokir, dan melaporkan nomor-nomor yang melakukan pelecehan sehingga dapat melindungi komunitas yang lebih luas,” pungkas Alan.

Selama bertahun-tahun, Truecaller menyaksikan kasus pelecehan terhadap perempuan yang sangat tinggi. Setiap hari, ada perempuan yang mendapatkan pesan dan panggilan yang tidak pantas dan mengandung pelecehan. Saat ini, jumlah populasi perempuan di Indonesia telah mencapai hampir dari 50% dari total populasi. Oleh karena itu, sangat penting untuk memulai perubahan dan mengambil tindakan terhadap isu ini. Dengan niat yang sama, kami meluncurkan kampanye #ItsNotOk – CallItOut untuk mendorong perempuan berani bersuara dan mengambil tindakan untuk melawan segala bentuk pelecehan.

Berdasarkan Catatan Tahunan 2022 dari Komnas Perempuan, kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2021, tercatat lebih dari 50% peningkatan kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Perempuan dan keamanan pribadi menjadi hal terpenting bagi Truecaller dan perusahaan akan terus mendorong inisiatif yang bertujuan membawa perubahan positif yang sejalan dengan perlawanan terhadap pelecehan di ruang online.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Cermati.com luncurkan pengajuan kartu kredit online lewat Bukalapak Previous post Bukalapak Lanjutkan Program Kartu Prakerja
Next post Rawat Mata Dengan Lakukan Cara Ini
RSS
Follow by Email