Read Time:1 Minute, 5 Second

OBATDIGITAL – Banyak pasien yang tak patuh minum obat yang diresepkan dokter, misalnya seperti yang dilakukan beberapa pasien diabetes atau penyakit jantung dan hipertensi.

Misalnya, mereka hanya minum 1 obat dari 3 obat yang dianjurkan dokter. Bahkan ada yang tidak minum dalam sehari, karena menganggap sudah sehat. Mereka kawatir kalau kebanyakan minum obat bakal merusak ginjal.

Namun, faktanya tidak demikian. Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI), Aida Lydia menyatakan, 90% pasien penyakit ginjal kronis belum memiliki pemahaman yang memadai terkait dengan penyakitnya.

Hal ini yang menyebabkan pasien ginjal kronis rata-rata menganggap konsumsi obat hipertensi dan diabetes terus-menerus dapat merusak ginjal. Padahal, tanpa obat-obatan tersebut, tekanan dan gula darah pasien bisa tidak terkontrol, dan malah memperburuk kondisi ginjal.

“Ada misinformasi tidak usah minum obat hipertensi ataupun obat diabetes karena itu obat kimia dan dapat merusak ginjal, itu merupakan suatu informasi yang salah,” jelas Lydia dikutip dari suara.com (9/3/2022).

Ia melanjutkan, karena yang menyebabkan ginjal rusak bukan dari obat itu sendiri, melainkan dari penyakit hipertensi dan diabetes yang tidak terkontrol. Hal ini yang perlu dipahami sepenuhnya oleh pasien.

Pada prinsipnya, dokter yang telah merespkan obat kepada pasien sudah mempertimbangkan risiko dan manfaatnya. Manfaat dari obat yang diberikan lebih tinggi daripada risikonya.

“Khusus untuk obat hipertensi dan diabetes umumnya tidak mengganggu ginjal,” tutup Lydia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post
Next post L’oreal Paris Luncurkan Produk Kecantikan Terbaru, Yuk Coba
RSS
Follow by Email