Read Time:1 Minute, 6 Second

WARTABUGAR – Kasus COVID-19 yang disebabkan oleh varian Omicron terus bertambah meski angka pertambahannya terus berkurang. Meski begitu banyak yang meninggal dunia gegara varian ini. Sehingga untuk mengurangi risiko penyakitnya parah, perlu asupan vitamin untuk meningkatkan imunitas tubuh agar bisa membasmi virus yang membandel.

Namun banyak yang mengakawatirkan ketersediaan vitamin terganggu oleh adanya permintaan konsumen untuk memeprcepat penyembuhan atau mencegah penularan COVID-19.  Namun tak perlu kawatir persediaannya cukup.

Ketua Umum Gabungan Perusahaan (GP) Farmasi Indonesia (GPFI) Tirto Kusnadi mengatakan, tidak perlu khawatir karena stok obat dan vitamin dijamin ketersediaannya. Pihaknya sudah memastikan sekitar 160 pabrik farmasi yang memproduksi 2.000 jenis obat untuk memastikan ketersediaan stok di pasaran.

“Kami mengerahkan segala kemampuan sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing anggota I untuk percepatan riset dan pengembangan, proses produksi, distribusi dan penguatan jaringan ritel apotik dan pedagang besar farmasi,” jelas Tirto dalam keterangan tertulis (28/2/2022).

Sementara itu, GPFI juga memastikan distribusi obat-obatan berlangsung aman, dengan melibatkan lebih dari 1.600 pedagang besar farmasi dengan 600 cabang di seluruh Indonesia. GPFI menguasai kurang lebih 88% volume peredaran obat nasional.

Tercatat hingga bulan Februari 2022, ada sebanyak 56.000 kasus COVID-19 yang jauh melampaui kasus varian Delta pada Juli 2021 lalu. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik, karena GPFI memastikan tidak akan terjadi kelangkaan obat dan suplemen vitamin.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Peluncuran Mastercard Academy 2.0 Previous post Kolaborasi Mastercard, DBS Bank (DBS), dan Pine Labs Luncurkan ‘Mastercard Installments with Pine Labs
Next post Bukalapak dan Trans Retail Luncurkan Allofresh
RSS
Follow by Email