12 July 2024

Perdagangan Berjangka Komoditi Tembus 14,5 Juta Lot

Read Time:3 Minute, 30 Second

WARTABUGAR – Bursa Komoditi domestik memiliki peran yang signifikan dalam menjadikan komoditas unggulan Indonesia berdaulat dan dapat bersaing di pasar global. Kehadiran Bursa Komoditi diharapkan dapat memfasilitasi Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) yang adil, terorganisir, transparan, dan modern. PBK di Indonesia diatur berdasarkan UU No. 32/1997 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 10/2011, dan di bawah pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI), yang merupakan salah satu unit di bawah Kementerian Perdagangan.

“Sepanjang 2021 lalu, BAPPEBTI mencatat total transaksi PBK di tanah air mencapai 14,5 juta lot, yang mana mengalami kenaikan 10,3% dari tahun sebelumnya, 2020, yaitu 13,2 juta lot. Tahun ini kami menargetkan nilai transaksi hingga Rp200 Triliun,” kata Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar, BAPPEBTI, Kementerian Perdagangan, Tirta Karma Senjaya dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (23/2/2022)..

Hal tersebut menunjukkan potensi PBK yang sangat besar di Indonesia. Kendati demikian, potensi yang besar ini perlu diiringi dengan edukasi dan literasi PBK yang baik. Oleh karena itu, ICDX sebagai salah satu Bursa Komoditi di Indonesia menginisiasi kampanye Bursa Masa Kini dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada publik mengenai Bursa Komoditi dan industri PBK serta manfaatnya secara luas.

“Kampanye Bursa Masa Kini sebagaimana komitmen ICDX untuk mendorong pertumbuhan PBK di Indonesia, dengan meningkatkan awareness masyarakat melalui berbagai program literasi dan edukasi. Kami mengajak pihak terkait mulai dari regulator, asosiasi, pialang maupun pedagang untuk berkolaborasi dalam kampanye Bursa Masa Kini. Dengan demikian diharapkan semakin banyak masyarakat yang paham dan merasa aman bertransaksi di PBK, yang nantinya akan semakin mendorong pertumbuhan transaksi PBK serta pergerakan ekonomi negara,” jelas CEO ICDX, Lamon Rutten.

ICDX sendiri sudah menjalankan program edukasi dan literasi ke masyarakat salah satunya yang sudah berjalan selama tiga tahun adalah trading class. Trading class adalah upaya pembekalan terhadap calon nasabah yang ingin bertransaksi produk bursa yang bekerjasama dengan pialang anggota bursa.

“Program lainnya, khususnya yang dekat dengan kalangan milenial, yaitu Young Traders Community, yaitu seminar pengenalan ke kalangan kampus, lalu ada juga Commodity and Derivatives Interest Group yang bertujuan untuk melakukan pendampingan secara materi dan sosialisasi,” kata Head of Learning Center ICDX, Anang E. Wicaksono.

Selain Bursa Komoditi, perangkat PBK lainnya adalah Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia atau ASPEBTINDO yang memiliki peran penting dalam memberikan edukasi dan memodernisasi industri PBK agar dapat membantu masyarakat terhindar dari segala bentuk praktik trading ilegal yang dapat merugikan nasabah maupun industri Perdagangan Berjangka Komoditas.

“ASPEBTINDO bekerjasama dengan BAPPEBTI dan ICDX mengumpulkan peserta Program Pelatihan Peningkatan Profesi Wakil Pialang Berjangka (P4WPB) untuk diberikan training dan pembekalan terlebih dahulu dan setelahnya diberikan soal-soal latihan yang menjadi sarana penyegaran pengetahuan bagi para calon wakil pialang berjangka (WPB). Hal ini dilakukan untuk menjaga kompetensi dan kelayakan WPB sebagai garda terdepan dalam komunikasi terhadap calon investor, kata Ketua Umum ASPEBTINDO, Udi Margo Utomo.

Selain itu, ASPEBTINDO menyiapkan infrastruktur, salah satunya adalah utilisasi website asosiasi sebagai sumber informasi untuk dapat membantu BAPPEBTI dan bursa, sehingga nasabah dapat dengan mudah mengakses informasi yang valid dan terkini dalam bentuk-bentuk yang mudah dipahami khususnya oleh investor generasi masa kini atau millennial, seperti dalam bentuk video.

 Udi mengatakan bahwa industri PBK semakin diminati oleh generasi yang lebih muda, dimana hal ini juga didukung oleh pernyataan CEO ICDX, Lamon Rutten yang mengatakan bahwa jumlah nasabah millennial ICDX pada tahun 2021 tumbuh 37%.

Selaras dengan tujuan kampanye Bursa Masa Kini, program edukasi yang diberikan ASPEBTINDO ditujukan untuk memberikan pengetahuan dan keahlian PBK kepada calon Wakil Pialang Berjangka sebagai ujung tombak yang berhadapan langsung dengan nasabah. Di sisi lain, untuk melindungi nasabah, industri PBK juga dilengkapi dengan Badan Arbitrase Perdagangan Berjangka Komoditi (BAKTI).

Ketua BAKTI, Kadjatni mengatakan bahwa fungsi dari BAKTI sendiri adalah lembaga arbitrase yang menyediakan layanan penyelesaian sengketa di luar pengadilan melalui mekanisme arbitrase. “Khusus untuk sengketa perdata berkenaan dengan Perdagangan Berjangka Komoditi, Sistem Resi Gudang, atau transaksi lain yang diatur oleh BAPPEBTI,” kata Kadjatni.

Dengan telah diluncurkan kampanye Bursa Masa Kini, ICDX berharap masyarakat dapat melihat keutuhan industri perdagangan berjangka komoditi dan seluruh pihak dapat berkolaborasi bersama memberikan edukasi dan literasi, ataupun dalam bentuk kegiatan lainnya untuk memajukan dan mengembangkan industri PBK sesuai dengan kondisi pasar masa kini. Selanjutnya, ICDX akan terus fokus menghadirkan inovasi dan membesarkan pasar agar Indonesia dapat bersaing di masa depan dan berdaulat atas komoditas utamanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Hati-hati, PPATK Stop Sementara Transaksi Bodong
Next post Grup RS Bunda Akuisisi Morula IVF di Surabaya