Read Time:2 Minute, 1 Second

WARTABUGAR – Covid-19 menimbulkan gejolak keuangan dan ekonomi di seluruh dunia, pentingnya literasi keuangan sangat mendesak, namun tingkat literasi keuangan tetap rendah di banyak negara Asia.

Hal lain yang juga memprihatinkan adalah “kesenjangan digital” semakin lebar di Asia Tenggara, dengan pandemi mempertegas ketimpangan antara penduduk yang sudah menikmati akses ke teknologi internet serta mereka yang belum memiliki akses tersebut.

Secara terpisah, berbagai kajian memperkirakan bahwa seperempat orang Asia akan memasuki usia 60 tahun ke atas pada 2050 memicu kekhawatiran tentang kemungkinan dampak sosial-ekonomi dari penduduk Asia yang menua dengan cepat.

Pada saat sama, sampah makanan, yang merupakan penyumbang utama perubahan iklim, tetap menjadi masalah untuk kawasan itu: sepertiga dari makanan yang dihasilkan secara global hilang atau terbuang, dan lebih dari setengahnya terjadi di Asia, tempat lebih dari setengah penduduk dunia kekurangan gizi berada.

Piyush Gupta, Chief Executive Officer DBS Bank, mengatakan, Covid-19 menggarisbawahi pentingnya agenda ESG (environmental, social, governance).

Pihaknya sedang membangun “E” ke dalam jalinan bisnis , tetapi masalah terkait ketidaksetaraan juga sama penting.

Selama bertahun-tahun, DBS memberikan kembali kepada masyarakat dalam berbagai cara, seperti, menyediakan perbankan inklusif, mengadvokasi usaha kecil yang menciptakan dampak sosial, serta mendukung gerakan masyarakat.

“Dengan komitmen tambahan SGD100 juta, kami dapat meningkatkan upaya menciptakan kebaikan sosial dan membantu membuka jalan bagi dunia lebih adil,” kata Gupta dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (16/2/2022).

Euleen Goh, Ketua DBS Foundation, mengatakan, selama bertahun-tahun, DBS Foundation membangun rekam jejak kuat dalam membantu wirausaha sosial untuk berkembang.

Sungguh memuaskan melakukan perjalanan bersama-sama dengan bisnis berdampak sosial ini. Kisah keberhasilan mereka adalah bukti bahwa bisnis dapat berjalan dengan baik bersamaan dengan upaya meningkatkan kehidupan dan/atau membantu melestarikan bumi.

“Kami berharap dapat menciptakan dampak bersama lebih besar dengan tidak hanya memberdayakan bisnis berdampak sosial, tetapi juga bekerja dengan masyarakat luas, dengan fokus pada pendidikan, lansia, dan lingkungan,” ujar Goh.

Selain mendukung perluasan lingkup DBS Foundation, dana tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung prakarsa filantropi lain, di samping bantuan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan selama masa sulit.

Pada saat pandemi mulai merebak pada 2020, DBS membentuk DBS Stronger Together Fund dengan dana 10,5 juta dolar Singapura dan menyediakan 4,5 juta paket makanan dan perawatan, serta peralatan medis, untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19.

Saat upaya melawan Covid-19 berlangsung sengit pada 2021, DBS menyumbangkan 1.000 konsentrator oksigen ke Indonesia, dan tiga tabung oksigen kriogenik serta 300 konsentrator oksigen ke India. DBS juga memiliki program sukarelawan aktif,

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Ini Caranya Pasien Isoman Dapatkan Akses Gratis Dari Pemerintah
Next post UOB Cetak Rekor Baru Pendapatan
RSS
Follow by Email