20 July 2024

Ini Tanaman Bunga Yang Bisa Basmi Parasit Malaria Yang Kebal Klorokuin

Read Time:1 Minute, 29 Second

WARTABUGAR – Sejumlah ilmuwan menemukan obat tradisional yang bisa mengobati penyakit malaria. Apoteker asal Ethiopia dan Jerman mempelajari khasiat tanaman Ranunculus multifidus, tanaman bunga berwarna kuning yang efektif atasi malaria, khususnya strain resisten klorokuin.

Setiap tahunnya, ada lebih dari 400.000 orang yang meninggal akibat malaria, dua pertiga di antaranya terjadi pada anak di bawah usia lima tahun. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kawasan Afrika menyumbang 90% kasus malaria secara keseluruhan.

Karenanya, pengobatan malaria kini tengah didalami. Tanaman obat sejenis bunga buttercup Ranunculus multifidus terbukti dapat meringankan gejala malaria di Afrika. Di beberapa daerah, tanaman tersebut daunnya diseduh dan diminum seperti teh.

Kandungan senyawa aktif anemonin dalam tanaman Ranunculus multifidus dapat meringankan gejala malaria dengan signifikan. Hasil uji coba pada tikus menunjukkan, jenis parasit penyebab malaria pada hewan pengerat bisa dibasmi dengan ekstrak daun tanaman tersebut.

Peneliti dari Arba Minch University, Betelhem Sirak mengatakan, dalam uji coba, tikus diberikan parasit Plasmodium berghei penyebab malaria. Eksperimen yang dilakukan sesuai dengan pedoman internasional itu memberikan hasil yang cukup menjanjikan.

Sedangkan Profesor Peter Imming dari Martin-Luther-University Halle-Wittenberg Jerman menjelaskan, ekstrak tanaman memang tidak bekerja sebaik klorokuin, tetapi tetap menghasilkan efek positif yang jelas selama proses penyembuhan.

“Tikus kehilangan berat badan secara signifikan lebih sedikit dan suhu tubuh mereka juga lebih stabil daripada yang tidak mendapatkan pengobatan,” ujar Imming dilansir dari laman TRT World, (23/12/2021).

Kandungan anemonin serupa dengan klorokuin, dapat mempengaruhi metabolisme parasit dalam tubuh. Beberapa parasit penyebab malaria ditemukan telah mengembangkan resistensi terhadap klorokuin, khususnya di Afrika Timur dan Barat.

Menurut Imming, anemonin berpotensi untuk menghindari resistensi pada parasit penyebab malaria. Lebih lanjut, anemonin juga berpotensi melawan dua spesies parasit leishmania dan schistosoma.

“Hasil yang diperoleh dalam penyelidikan ini menunjukkan bahwa anemonin memiliki potensi untuk digunakan sebagai template untuk merancang farmakofor antileishmanial dan antischistosomal baru,” tutupnya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
BPJS Kesehatan: Klinik Mitra BPJS Kesehatan Harus Taat Regulasi Previous post BPJS Kesehatan Keluarkan Data Sampel, Yuk Lihat Isinya
Next post 2022, Tahun Buruk Keamanan Siber