Read Time:1 Minute, 55 Second

WARTABUGAR – Habbatussauda atau Nigella sativa atau di sini populer dengan sebutan jinten hitam merupakan salah satu jenis tanaman subtropis dari Timur Tengah. Sejak lama, biji tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai macam jenis penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Habbatussauda memiliki berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, B1, B6, C, dan E. Herbal ini termasuk dalam kelompok imunostimulan fitogenik dengan kandungan thymoquinone. Senyawa thymoquinone memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antivirus, antimikroba, dan imunomodulator.

Herbal yang terkenal dengan julukan ‘Penyembuh Segala Macam Penyakit’ ini juga teruji secara klinis dapat meningkatkan respon imun. Habbatussauda atau Nigella sativa merupakan salah satu jenis tanaman subtropis dari Timur Tengah. Sejak lama, biji tanaman ini telah dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk berbagai macam jenis penyakit dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Habbatussauda memiliki berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin A, B1, B6, C, dan E. Herbal ini termasuk dalam kelompok imunostimulan fitogenik dengan kandungan thymoquinone. Senyawa thymoquinone memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antivirus, antimikroba, dan imunomodulator.

Sama dengan habatussauda, madu sudah sejak lama dikenal masyarakat di berbagai belahan dunia memiliki berbagai macam manfaat untuk kesehatan. Selain rasanya yang manis, madu mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Nutrisi tersebut adalah  vitamin A, B kompleks, C, E, K, asam fenolik, karotenoid, flavonoid.

Senyawa fitonutrien pada madu dapat memperkuat sel imun dalam tubuh. Hal ini dapat memperkecil peluang terjadinya infeksi. Terlebih, madu juga berkhasiat sebagai antijamur dan antibakteri. Dengan demikian, mengonsumsi madu secara rutin dapat merangsang tubuh untuk memproduksi sel-sel imunitas dan metabolisme tubuh akan menjadi lebih kuat.

Lebih lanjut Afifah K. Vardhani, menjelaskan mengkonsumsi madu dapat menjadi salah satu makanan tambahan  yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh pada pasien COVID-19.

“Studi in vitro yang dilakukan di berbagai penelitian menunjukkan bahwa komponen chrysin, kaempferol, dan quercetin pada madu mampu menghambat masuknya virus ke sel inang dan menghambat replikasi virus. Dan berdasarkan uji praklinik, chrysin dan kaempferol  membantu menghambat peradangan pada paru-paru,” kata dr Afifah.

Kombinasi madu dan habbatussauda berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh, serta baik untuk dijadikan terapi tambahan khususnya di musim liburan akhir tahun. Kombinasi habbatussauda dan madu juga efektif mempercepat pemulihan pasien Covid-19 serta peningkatan daya tahan tubuh pada pasien Covid-19. Kebaikan madu dan habbatussauda dapat diperoleh secara praktis dalam KOJIMA.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
minyak ikan bisa tingkatkan kesuburan pria Previous post Mau Terbebas Dari Ateroskleroris? Minum Rutin Omega-3
Next post Iktu Atasi Stunting Pada Anak, Primaku Hadirkan Fitur Baru
RSS
Follow by Email