Read Time:2 Minute, 26 Second

OBATDIGITAL – Bank DBS Indonesia melalui DBS Treasures dan Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) memaparkan market outlook bertajuk “2022 Leap Ahead: Economy Reopening & Strategic Sector Rotation” untuk membuka wawasan terkait peluang investasi bagi nasabah.

Beberapa pembicara memberikan paparan dalam acara yang berlangsung Rabu (1/12/2021). Di antaranya, Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo, Senior Economist DBS, Radhika Rao, Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan serta Staf Khusus Kementerian Keuangan, Titik Anas sebagai keynote speaker.

Dalam acara itu, Director of Consumer Banking PT Bank DBS Indonesia, Rudy Tandjung, mengatakan bahwa rangkaian eTalk Series merupakan komitmen DBS Treasures dalam menghadirkan insights.

“Ke depan, akan kami adakan beragam eTalk yang dipersonalisasi sesuai dengan kelompok nasabah yang akan kami undang, baik mengenai kondisi pasar, informasi produk handal terbaru, hingga keutamaan gaya hidup,” kata Rudy dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (2/12/2021).

Selanjutnya, Senior Economist DBS Bank, Radhika Rao menyambut baik proyeksi Bank Indonesia mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 sebesar 4,7-5,5%.

Menurutnya, terdapat tiga hal penting yang dapat memicu terjadinya peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia pada tahun 2022. Pertama, Indonesia diprediksi akan berhasil memberikan dosis vaksin penuh kepada 99% dari total populasi dewasa pada bulan Maret 2022.

Kedua, kemungkinan Indonesia yang akan menawarkan lebih banyak investasi dan bergerak pada sektor komoditas hilir serta akselerasi digitalisasi, akan mengembalikan pada pertumbuhan yang stabil. Ketiga, laporan fiskal Indonesia yang memuaskan dan langkah-langkah untuk mengurangi pajak pada ratio GDP akan memperkuat rasio utang dibandingkan negara lain di Asia.

Ia berpendapat ini terlihat dari program vaksinasi masal. “Dengan terlaksananya program vaksinasi secara masif dan terstruktur, mobilitas masyarakat akan meningkat dan hal ini memicu aktivitas perekonomian untuk mulai berjalan kembali,” ujar Rao.

Indonesia merupakan salah satu negara yang berhasil melewati masa kritis pandemi di kuartal IV 2021 berkat adanya pengurangan asumsi ketidakpastian terhadap pasokan vaksin.

“Jika dapat terus dipertahankan, ekspektasi pemulihan ekonomi, serta pergerakan komponen lain seperti konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah, investasi, hingga ekspor dan impor dapat berjalan sesuai harapan,” tutup Radhika.

Dalam kesempatan yang sama, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Kementerian Keuangan, Yustinus Prastowo mengungkapkan bahwa disahkannya asumsi dasar ekonomi makro pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2022 menjadi tolok ukur pemerintah Indonesia dalam menyongsong perekonomian di tahun 2022.

Terdapat empat poin penting yang disepakati oleh pemerintah dan DPR yang akan menjadi dasar penentuan RAPBN. Pertama, pertumbuhan ekonomi disepakati berada di kisaran 5,2% hingga 5,5%.

Kedua, laju inflasi ditetapkan 3%. Ketiga, nilai tukar rupiah ditentukan untuk tidak lebih dari Rp14.350 per dollar Amerika Serikat, dan terakhir, tingkat suku bunga Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun 2022 ditetapkan sebesar 6,8%.

Pemerintah Indonesia, sambung Yustinus, juga menyetujui sejumlah langkah perpajakan. Langkah-langkah itu ditujukan untuk mengkompensasi penerimaan yang melemah dan kebutuhan pengeluaran lebih tinggi karena pandemi.

“Dengan adanya asumsi dasar ekonomi makro RAPBN dan langkah-langkah ini, memperbesar kemungkinan masyarakat Indonesia untuk mengoptimalkan peluangnya dalam berinvestasi,” ucap Yustinus.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
peresmian salah satu outlet Erafone Previous post Erajaya Buka Gerai Baru Lagi
Luhut Panjaitan Next post Sambut Usia Ke-20 tahun, Yayasan Del Gelar Acara Apresiasi
RSS
Follow by Email