Read Time:1 Minute, 42 Second

WARTABUGAR – Penyakit Alzheimer hingga saat ini belum ada obatnya. Sebuah studi terbaru di Australia menemukan potensi kebiasaan yang dapat mencegah Alzheimer, yaitu rutin minum kopi.

Dilansir dari Medical News Today (28/11/2021), asupan kopi yang lebih sering frekuensinya dapat membantu mengurangi tingkat penurunan fungsi kognitif pada otak, yang menjadi pemicu Alzheimer. Konsumsi kopi yang lebih rutin juga mengurangi terjadinya penumpukan amiloid di otak yang dapat merusak.

Peneliti Dr. Samantha Gardener mengatakan, asupan kopi secara rutin dapat menjadi rekomendasi gaya hidup sehat untuk mencegah atau menurunkan risiko Alzheimer. Kebiasaan sederhana dan sudah dilakukan banyak orang ini bisa bermanfaat juga untuk memelihara kesehatan otak.

“Ini bisa sangat berguna bagi orang-orang yang berisiko mengalami penurunan kognitif tetapi belum mengalami gejala apa pun,” jelas Gardener dikutip dari Medical News Today (28/11/2021).

Studi ini melibatkan 227 orang dewasa berusia 60 tahun ke atas yang tidak mengalami penurunan fungsi kognitif. Mereka diteliti terkait kebiasaan minum kopi dan frekuensinya, dan pengaruhnya terhadap 6 bidang kognitif, seperti memori pengenalan, memori ingatan episodik, fungsi eksekutif, bahasa, perhatian dan kecepatan pemrosesan, dan AIBL Preclinical Alzheimer Cognitive Composite (PACC).

Hasilnya, kebiasaan minum kopi memiliki efek positif di bidang kognitif fungsi eksekutif, perhatian, serta penilaian PACC. Seseorang yang meminum kopi dua gelas per hari, bisa mengurangi penurunan fungsi kognitif hingga 8% setelah 18 bulan.

Lebih lanjut Gardener menjelaskan, asupan kopi yang lebih tinggi dikaitkan dengan akumulasi yang lebih lambat dari protein beta-amiloid. Protein tersebut umumnya ditemukan dalam kondisi menggumpal pada otak pengidap Alzheimer.

Ia menambahkan, studi terbaru ini penting untuk menelaah lebih lanjut obat Alzheimer yang sedang dikembangkan dan telah mendapat persetujuan di Amerika Serikat, yaitu Aduhelm dengan senyawa aktif aducanumab. Pasalnya, cara kerjanya sama-sama menargetkan protein beta-amiloid.

“Aduhelm juga bekerja dengan menargetkan protein ini untuk mengurangi penumpukannya, tetapi cukup kontroversial dan belum menunjukkan efek pada pengurangan penurunan kognitif, yang bisa dilakukan dengan meminum kopi,” tutup Gardener.

Studi terbaru di Australia ini telah diterbitkan di jurnal Frontiers in Aging Neuroscience. Studi ini ingin menindaklanjuti temuan konsumsi kopi yang dapat mengurangi gangguan kognitif pada penelitian terdahulu.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post
Next post Ngeri, Dua Produsen Obat Ini Bilang Vaksin dan Obat COVID-19 Tak Efektif Lawan Omicron
RSS
Follow by Email