Read Time:1 Minute, 28 Second

WARTABUGAR – Banyak wanita kini mengalami kegemukan. Namun yang mengherankan, mereka nampak lebih sehat daripada pria kegemukan lainnya. Banyak ilmuwan yang belum mengetahui mengapa hal itu terjadi.

Namun tekan-teki itu terbongkar lewat riset ilmuwan dari University of Cincinnati, Amerika Serikat. Mereka, seperti dalam risetnya yang dipublikasikan di Nature Metabolism dan dilansir dari Medical Xpress (25/10/2021), menemukan adanya mitokondria yang lebih tinggi dalam jaringan lemak pada wanita. Penelitian menunjukkan ini memberikan perlindungan wanita terhadap penyakit metabolik.

Profesor Karthickeyan Chella Krishnan, Ph.D., dari Departemen Farmakologi dan Fisiologi Sistem di UC College of Medicine menjelaskan bahwa mitokondria menghasilkan energi dalam sel-sel dalam tubuh.Itu ditemukan lewat studi pada tikus yang mungkin terjadi pada manusia juga.

“Dengan menggunakan populasi tikus dan manusia, kami menemukan bahwa jaringan adiposa wanita, atau jaringan lemak, memiliki lebih banyak mitokondria daripada jaringan lemak pria,” kata Chella Krishnan.

Krishnan dan koleganya menemukan bahwa bukan hanya jumlah, bahkan gen yang diekspresikan terkait dengan mitokondria, mereka lebih tinggi. Fungsinya juga lebih tinggi. “Kami percaya ini diterjemahkan ke dalam penyakit metabolik, yang berarti wanita pra-menopause sebagian besar terlindung dari penyakit metabolik,” sambungnya.

Penelitian ini mengidentifikasi gen mitokondria, Ndufv2, yang mungkin bertanggung jawab atas perlindungan tersebut. Chella Krishnan mengatakan sama seperti gen lainnya, gen ini ditemukan dalam jumlah yang lebih tinggi pada wanita dan terkait dengan obesitas yang lebih rendah dan insiden komplikasi yang lebih rendah dari obesitas termasuk diabetes, glukosa darah tinggi dan kadar insulin darah dan kadar kolesterol tinggi.

Krishnan menemukan adanya generasi spesies oksigen reaktif (ROS). ROS biasanya dianggap buruk, tetapi masalahnya ada fokus pada ROS patologis.

Data manusia yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari kohort di Finlandia dan Swedia. Chella Krishnan mengatakan dia berharap temuan ini mendorong para peneliti untuk memasukkan lebih banyak perempuan dalam studi mereka.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Smart Home Resmi Meluncur di Indonesia
Banyak Wanita Lansia Tidak Diskrining Kanker Serviks Next post Diet Jenis Ini Bisa Melindungi Lansia Terkena Demensia
RSS
Follow by Email