Read Time:2 Minute, 39 Second

WARTABUGAR – Studi akademis menunjukkan peningkatan hubungan antara kesehatan oral yang buruk dan penyakit sistemis, termasuk diabetes dan penyakit kardiovaskular, dan hubungannya dengan komplikasi dalam kehamilan.

Tetapi penelitian terbaru dari Ipsos, yang dilakukan dalam kemitraan bersama GSK Consumer Healthcare menunjukkan bahwa hubungan ini masih belum diketahui secara luas.

Temuan tersebut mengarah pada keprihatinan yang mengkhawatirkan, bahwa orang-orang mungkin tidak merawat kesehatan oral mereka secara proaktif sebagaimana yang seharusnya mereka lakukan, agar mereka dapat menikmati berbagai manfaat kesehatan yang lebih luas dari kesehatan mulut yang baik.

Studi terbaru oleh Ipsos dan GSK Consumer Healthcare, dengan 4.500 peserta dari 9 negara, termasuk 500 peserta dari Indonesia.

Temuan utama dari responden di Indonesia menyoroti kesadaran publik yang rendah terhadap dampak kesehatan oral yang baik terhadap kesehatan secara keseluruhan dan keperluan untuk mempromosikan kebiasaan kesehatan mulut yang baik di Indonesia.

Kesadaran yang rendah terhadap pentingnya kesehatan oral yang baik selama kehamilan

Sebab, selama kehamilan, level hormon yang tinggi bisa mengubah cara tubuh bereaksi terhadap pembentukan plak, menimbulkan pembengkakan gusi, yang merupakan pertanda dini penyakit gusi.

Perempuan hamil dengan penyakit gusi yang parah, yang juga dikenal sebagai periodontitis, memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap melahirkan prematur, menderita praeklampsia, atau melahirkan bayi dengan berat badan rendah – sehingga penting untuk memiliki kebiasaan kesehatan oral yang baik dan meminta nasihat dari profesional perawatan kesehatan.

Namun, hanya 54% responden survei yang menyadari bahwa perawatan kesehatan mulut yang baik dapat mendukung kehamilan yang lebih sehat, dengan risiko komplikasi yang lebih rendah.

Kesadaran terhadap risiko kesehatan mulut yang buruk bagi kehamilan bahkan lebih rendah di kalangan responden yang berusia lebih lanjut yang akan menjadi kakek/nenek, dan sering kali para penasihat.

Sementara sekitar 55% dari mereka yang berusia di bawah 50 tahun mengetahui risiko tersebut, angka tersebut turun sampai 50% bagi orang yang berusia di atas 50 tahun.

Kesehatan mulut yang buruk bisa menyebabkan peradangan gusi dan infeksi. Hal ini mempersulit tubuh untuk mengendalikan level gula darah, dan merespons dengan baik terhadap insulin.

Pada gilirannya, level glukosa darah yang tinggi dalam ludah penderita diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 bisa meningkatkan risiko kerusakan gigi, dan level gula darah mereka yang tinggi bisa menimbulkan luka umum, termasuk luka di dalam mulut, yang penyembuhannya menjadi lebih pelan.

Sementara 58% responden yang berusia antara 18-29 tahun menyadari bahwa kesehatan mulut yang baik memiliki dampak positif dalam membantu mempertahankan level gula darah dan menangani diabetes, angka ini turun menjadi hanya 49% bagi responden yang berusia di atas 50 tahun.

Bagi kelompok berusia lebih dari 50 tahun yang berisiko lebih tinggi, yang lebih mungkin mengidap Diabetes tipe 2, perlu peningkatan kesadaran dan edukasi yang lebih ditargetkan.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menderita penyakit gusi parah memiliki risiko yang lebih besar terhadap penyakitj antung. Bakteri yang menyerang gusi dapat tersebar ke seluruh tubuh dalama liran darah dan bisa menyebabkan peradangan

Sebanyak 68% responden menyadari bahwa kebiasaan kesehatan mulut yang baik bisa mengurangi risiko timbulnya penyakit kardiovaskular.

Studi tersebut menyoroti peran signifikan dari kunjungan ke dokter gigi secara teratur dalam meningkatkan pemahaman terhadap relevansi kesehatan mulut terhadap kesehatan secara keseluruhan.

Responden yang mengunjungi dokter gigi dengan lebih sering selama pandemi dibandingkan dengan sebelumnya, lebih menyadari dampak kesehatan mulut terhadap seluruh kondisi yang dicantumkan dalam survei.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About Post Author

vaksinasi pada remaja Previous post BPOM Beri Izin EUA Vaksin COVID-19 Yang Efikasinya Cukup Terhadap Varian Delta
Meditasi Bikin Sehat Selalu Next post Meditasi Yuk, Baik Untuk Hilangkan Stres