Read Time:2 Minute, 17 Second

WARTABUGAR  – Penyakit kardiovaskular atau yang biasa dikenal dengan sakit jantung, masih menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Diperkirakan, jumlah kematian yang ditimbulkan dari penyakit jantung di seluruh dunia mencapai hampir 19 juta kasus per tahunnya.

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, setidaknya 15 dari 1000 orang di Indonesia menderita penyakit jantung. Jumlah ini diperkirakan meningkat selama pandemi COVID-19.

Dalam rangka memperingati Hari Jantung Sedunia pada 29 September, Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia (YJI), Esti Nurjadin mengemukakan beberapa cara mencegah penyakit jantung. Pertama, pentingnya memantau kondisi kesehatan dan memanfaatkan konsultasi dokter melalui layanan telemedis. Menurutnya, dengan memanfaatkan teknologi, masyarakat dapat meningkatkan kesadaran serta mencegah dan mengatasi penyakit jantung.

“Teknologi yang ada saat ini semakin memudahkan kita untuk bisa mendapatkan informasi-informasi tentang kesehatan dan juga dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan melakukan konsultasi secara virtual. Dalam situasi pandemi seperti sekarang, telemedicine menjadi sarana untuk berkonsultasi yang aman tanpa tatap muka langsung,” papar Nurjadin dilansir dari Kontan.co.id, (29/9/2021).

Lebih lanjut Nurjadin mengatakan, teknologi dapat membantu memantau serta mengukur tekanan darah dan detak jantung. Selain itu, dapat memantau aktivitas yang dilakukan, termasuk olahraga secara mandiri melalui gadget yang dimiliki.

“Alat digital dan aplikasi di ponsel yang marak beredar di pasaran dapat membantu kita melakukan prevensi terhadap penyakit jantung dan kardiovaskular dan membantu memantau kesehatan bagi para penderita penyakit jantung dan kardiovaskular secara cepat dan mudah,” imbuhnya.

Cara berikutnya untuk mencegah penyakit jantung yaitu mengubah gaya hidup. Perubahan gaya hidup ini sangat penting, mengingat penyakit jantung tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga banyak muncul kasusnya pada anak muda.

Ketua Bidang Komunikasi dan Promotif Yayasan Jantung Indonesia, Mela Sabina, mengatakan bahwa investasi kesehatan sejak usia muda sangat penting. Caranya dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, seperti mengatur pola makan, perbanyak olahraga, dan menghindari hal-hal yang dapat mengganggu kesehatan jantung dan tubuh secara keseluruhan.

“Tingginya prevalensi penyakit jantung di Indonesia banyak disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat. Perubahan gaya hidup harus dilakukan sedini mungkin sebagai investasi kesehatan di masa depan,” kata Mela.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, Vito A. Damay, memberikan tips berikutnya untuk mencegah penyakit jantung. Perhatikan pedoman hidup sehat, dan kontrol diri sendiri. Jangan lupa konsumsi vitamin dan hubungi dokter jika mengalami gejala.

“Tingkatkan daya tahan tubuh sebaik mungkin, makan makanan yang bergizi, hindari gula, garam serta lemak berlebihan, mengkonsumsi suplemen atau multivitamin bila diperlukan, serta tetap memeriksakan kesehatan Anda secara berkala dengan cara konsultasi dengan dokter Anda melalui fasilitas telemedika. Tapi jangan lupa, jika gejala dirasa mengganggu segera kunjungi fasilitas kesehatan atau Rumah Sakit terdekat agar segera mendapatkan penanganan lebih lanjut”, jelas Damay.

Penyakit jantung tidak boleh disepelekan. Perbanyak informasi, giatkan pola hidup sehat, dan jangan sungkan berkonsultasi ke dokter merupakan cara yang bisa ditempuh untuk mengurangi risiko sakit jantung.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Di Dua Negara Produsen Vaksin Ini Kasus COVID-19 Masih Tetap Tinggi, Kok Bisa?
Next post Lau Eng Boon Mundur Dari Bukalapak, Kenapa?