Read Time:2 Minute, 59 Second

WARTABUGAR – Microsoft dan 13 perusahaan di sembilan negara di Asia Pasifik meluncurkan Code; Without Barriers untuk membantu mengatasi kesenjangan gender di sektor cloud, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), dan teknologi digital yang berkembang begitu pesat.

Program ini menyediakan platform yang memungkinkan developercoder, dan talenta teknis perempuan lainnya untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi inklusif, mendorong inovasi, dan menggambarkan masyarakat di wilayah ini.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (24/9/2021),  Andrea Della Mattea, Presiden Microsoft di Asia Pasifik menjelaskan bahwa keseimbangan antara konsumsi dan kreasi telah berubah.

“Kami melihat developers semakin mempengaruhi setiap proses dan fungsi bisnis. Itulah sebabnya  Code; Without Barriers  diciptakan,” ujar Mattea.

“Kami mengidentifikasi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan keberagaman cloud, AI dan talenta teknis di Asia Pasifik, sehingga setiap negara dapat mencapai agenda digital nasional mereka dan memiliki pertumbuhan ekonomi yang benar-benar inklusif,” sambungnya.

Mitra untuk program ini meliputi Accenture, AvePoint, Government Big Data Institute (GBDi), HCL Technologies, Just Analytics, MetLife, NTT Ltd, PALO IT, Petroliam Nasional Berhad (PETRONAS), Simbiotik Technologies, ThoughtWorks, Universiti Malaysia Kelantan (UMK), dan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).

Organisasi-organisasi ini beroperasi di bidang pendidikan, energi, jasa keuangan, sektor publik, dan teknologi di Singapura, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, Korea Selatan, Sri Lanka, serta Bangladesh.

Microsoft akan memberikan keterampilan dan sertifikasi cloud serta AI untuk meningkatkan talenta teknis di negara-negara tersebut. Masing-masing dari ke-13 perusahaan berkomitmen untuk meningkatkan keberagaman dalam organisasi mereka dan menawarkan kesempatan kerja kepada creator dan developer perempuan. Melalui serangkaian program, mulai dari pameran lowongan kerja, hackathon, bimbingan, hingga dukungan dari para pemimpin bisnis, Code; Without Barriers akan membina dan mengembangkan pengusaha perempuan di Asia Pasifik.

Code; Without Barriers bekerja dengan lebih dari 21 komunitas developers di Asia Pasifik, menjangkau lebih dari 407.000 developers di bidang data, AI, DevOps, Java, JavaScript, dan Python serta Women in Tech.

“Microsoft Indonesia sangat senang dapat mendukung Code;Without Barriers, di mana kami bermitra dengan organisasi lain dalam menyediakan platform yang dapat membuka lebih banyak peluang dan pelatihan bagi perempuan agar dapat unggul di bidang teknologi. Hal ini akan mempromosikan keberagaman dan inklusivitas dalam teknologi, serta memberdayakan lebih banyak orang dan organisasi untuk meraih lebih banyak hal,” ujar Linda Dwiyanti, Chief Partnership Officer, Microsoft Indonesia.

Code; Without Barriers telah mengujicobakan 18 program sertifikasi Women in AI di delapan negara Asia Pasifik, melatih lebih dari 480 perempuan, dan memberikan sertifikasi bagi 203 developers. Microsoft juga menyelenggarakan Cloud Skills Challenges untuk lebih dari 7.617 developers.

“Tim dengan gender yang beragam menjadi lebih cerdas dan lebih produktif,” kata Gina Smith, PhD, analis utama IDC untuk DevOps dan inovasi digital di kawasan Asia/Pasifik.

“Mempekerjakan perempuan di posisi teknologi menambah lebih dari sekadar perspektif baru. Studi terbaru secara kuantitatif menunjukkan bahwa perusahaan yang memiliki keberagaman gender terbukti menghasilkan lebih banyak inovasi dan meraih pendapatan yang lebih tinggi daripada rata-rata. Program seperti Microsoft Code; Without Barriers sangat membantu menjembatani kesenjangan itu.”

Sementara itu, Leanne Robers, Co-founder dan Co-CEO, She Loves Tech mengatakan, sebuah fakta bahwa memiliki lebih banyak perempuan di industri teknologi memberikan manfaat bagi perusahaan dan masyarakat.

Namun, menciptakan kondisi tenaga kerja yang lebih bergagam merupakan sebuah tantangan yang kompleks – tidak ada satu organisasi pun yang dapat melakukannya sendiri.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menghilangkan hambatan dan memajukan perempuan, dan saya senang melihat perusahaan serta organisasi berkolaborasi melalui Code; Without Barriers,” kata Leanne.

“Kami tidak dapat melakukan ini sendirian dan kami bersyukur karena banyak organisasi di berbagai sektor industri telah bergabung dengan kami di Asia Pasifik,” ujar Annie Mathew, Director, Developer Relations and Program Lead for Code; Without Barriers Microsoft di Asia Pasifik.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

About Post Author

Previous post Ajakan Rawat Hutan Lewat KonserIni
Next post Produsen Ban Strada Raih Pendapatan 199 Juta Dollar