Read Time:1 Minute, 56 Second

WARTABUGAR – Menyambut Hari Perhubungan Nasional yang jatuh pada tanggal 17 September, Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pembangunan (UNDP), bersama dengan Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) meluncurkan Kampanye tranportasi umum yang aman dan ramah untuk penyandang disabilitas.

Kampanye satu bulan penuh ini juga menggandeng PT. Transportasi Jakarta (PT. Transjakarta), PT. Kereta Commuter Indonesia (PT. KCI), dan PT. MRT Jakarta.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (17/9/2021), Mulai tanggal itu di lokasi-lokasi fasilitas transportasi umum seperti halte, stasiun kereta commuter line, dan stasiun MR akan dipasang poster dan film pendek terkait pentingnya akses transportasi umum untuk penyandang disabiltias.

Dengan dukungan Kementerian Perhubungan, kampanye dengan tema CINTABILITAS atau Cerita Inklusif tentang Disabilitas, ini bertujuan untuk mengedukasi penyedia dan pengguna layanan transportasi agar lebih paham dan peduli terhadap masyarakat penyandang disabilitas terutama pada masa pandemi COVID-19.

Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat mengatakan, dalam perayaan Hari Perhubungan Nasional 2021 ini,kami dari Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Darat ingin mendorong hadirnya sebuah sistem bertransportasi yang inklusif dan ramah disabilitas.

“Sesuai dengan tema Harhubnas 2021 ini: Bergerak Harmonikan Indonesia kami ingin menciptakan keharmonisan Indonesia dengan menciptakan akses transportasi yang dapat dijangkau oleh para penyandang disabilitas,” ujar Budi Setiyadi.

Kehadiran transportasi yang berkeadilan bagi teman-teman penyandang disabilitas ini juga akan terus kami gerakkan karena merupakan sebuah tanggung jawab Pemerintah sesuai dengan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan.

“Oleh karena itu momentum ini adalah saat yang tepat untuk mengajak semua pihak, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan perusahaan angkutan umum untuk saling berkolaborasi dan bergerak menciptakan atau memberikan perlakuan khusus yang memudahkan mobilitas para penyandang disabilitas,” tambah Budi.

Sementara itu, Saputra Liadi selaku National Project Manager Response Towards Resilience (RESTORE) UNDP mengatakan, masyarakat disabilitas menjadi semakin rentan ketika pandemi dan menjadi kewajiban bagi kita untuk menjaga keamanan mereka melalui kebijakan dan layanan yang inklusif utamanya di fasilitas umum.

“Kampanye ini merupakan wujud komitmen UNDP untuk tidak meninggalkan seorang pun dalam upaya kami mewujudkan Tujugan Pembangunan Berkesinambungan atau SDG,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pemahaman tentang protokol kesehatan serta kebutuhan penyandang disabilitas yang baik dapat mendorong kebijakan penyediaan layanan transportasi yang aman dan ramah bagi seluruh penggunanya.

“UNDP melalui project RESTORE mendorong perbaikan akses masyarakat penyandang disabilitas di fasilitas transportasi tanpa meninggalkan faktor keamanan dan keselamatan bagi semuanya,” ujarnya.

 

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Please follow and like us:
Pin Share
Previous post Pfizer Menarik Obat Kecanduan Rokok di Seluruh Dunia, Kenapa?
Next post Pasien Kanker Paru Kini Ada Pilihan Obat Baru dari Takeda
RSS
Follow by Email