OBATDIGITAL – Indonesia, negara dengan populasi terpadat keempat di dunia, telah mencatat lebih dari 4,1 juta kasus COVID-19 per September 2021. Indonesia sempat menjadi episentrum global pandemi pada Juli 2021, namun kasus aktifnya terus menurun hingga ke angka sekitar 90.000 kasus.

Dengan kemampuan pengujian dan penelusuran yang terbatas di Indonesia serta tidak ada sistem pengujian yang didanai pemerintah, jumlah sebenarnya kasus Covid-19 tidak diragukan lagi jauh lebih tinggi dari yang tercatat. Untuk membuktikan hal ini, hampir 30% dari semua tes Covid-19 yang dilakukan di seluruh Indonesia dinyatakan positif, melukiskan gambaran yang sangat mengerikan dan serius.

Menurut Zi.Care, sebuah platform sitem perawatan kesehatan yang berbasis di Singapura , seperti jumlah tempat tidur, rumah sakit, dan tenaga kesehatan yang terbatas, sempat membuat penanganan COVID-19, menjadi tak terkendali. Kondisi tersebut memang sudah terjadi sebelum COVID-19 merebak.

Dalam rilisnya yang diterima OBATDIGITAL (14/9/2021), sistem perawatan kesehatan Indonesia yang rapuh gagal menyamai standar negara-negara tetangganya. Bank Dunia menyoroti hanya 1,2 tempat tidur rumah sakit per 1.000 pasien, Ini jauh di bawah Malaysia yang memiliki kapasitas 1,9 tempat tidur dan Singapura 2,4 tempat tidur.

Ini yang menjadi salah satu sebab, anggaran kesehatan pemerintah untuk tahun 2021 telah berlipat ganda sejak Januari, sekarang mencapai US$1,34 miliar. Sebagian besar dana itu ditujukan untuk menargetkan sumber daya rumah sakit yang tidak mencukupi dan persediaan medis yang menipis sekaligus memperkuat rantai pasokan medis yang rapuh di Indonesia.

Pandemi Covid-19 telah mempercepat kebutuhan mendesak Indonesia akan solusi inovatif karena inefisiensi dan kekurangan saat ini dalam sistem perawatan kesehatan menjadi semakin terbuka. Indonesia kini tidak punya pilihan selain beralih ke cara kerja digital untuk mengelola penyebaran Covid-19 dan memberikan layanan kesehatan yang lebih berkualitas kepada masyarakat Indonesia.

Sementara itu, Di negara yang hanya memiliki 0,4 dokter per 1.000 orang, dan populasi hampir 300 juta yang tersebar di 6.000 pulau berpenghuni, layanan kesehatan digital adalah solusi yang diperlukan dan penting untuk membuat layanan kesehatan dapat diakses oleh semua orang dan sebagai alat bagi fasilitas kesehatan untuk mengelola mereka.

Zi.care Hadir menawarkan sistem informasi perawatan rumah sakit dengan menerapkan teknologi Electronic Medical Records (EMR) dan Electronic Health Records (EHR) berbasis Cloud. Ini bertujuan untuk mendigitalkan semua sistem informasi rumah sakit dan menghadirkan peluang untuk merevolusi cara rumah sakit menyimpan data, mengoperasikan, mengelola, dan memberikan perawatan kepada pasien.

Ilustrasi siswa belajar online Previous post Agar Internet Lancar Di Rumah, Telkom Gandeng Advan
Bank DBS Indnesia Next post