WARTABUGAR – Aice Group  sukses menggelar gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri yang mengajak masyarakat lewat media sosial untuk ikut berpartisipasi menyumbangkan masker.

Para netizen diajak untuk menjadi perencana, pengarah, dan penilai atas distribusi masker medis yang diberikan kepada masyarakat yang sangat membutuhkannya.

Tercatat, ribuan masker telah dan akan didistribusikan ke pihak-pihak yang membutuhkan seperti rumah sakit, panti asuhan, dan sekolah.

Pendekatan out of the box ini dilakukan dengan modal partisipasi dan assessment atas kebutuhan masyarakat yang dilakukan oleh netizen sendiri.

Netizen cukup mendaftarkan alamat dari pihak yang sangat membutuhkan masker medis, lalu menyampaikan alasan tentang pentingnya memakai masker bagi diri dan penerimanya.

“Melalui #15HariEskrimAiceBerbagiSehat, kami telah mengajak semua netizen berbagi masker medis gratis lewat #DonasikuBuatNegeri untuk “Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh,” kata Juru bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (7/9/2021).

Aice menyediakan 250.000 masker medis gratis untuk didonasikan atas nama netizen penginformasi. Pengiriman masker akan dilakukan oleh Aice Indonesia dengan melakukan pengantaran langsung ke tujuan alamat penerima donasi.

“Gerakan inovatif ini memungkinkan semua orang dapat berbagi kepada sesama tanpa ada lagi batasan,” ungkap Sylvana.

Walhasil  banyak netizen yang memberikan respon positif. Faktanya, netizen banyak menginformasikan bahwa meskipun masker sudah mulai banyak dijual di berbagai tempat namun masih banyak masyarakat yang sulit memilikinya.

Berbagai netizen di media sosial menginformasikan kebutuhan dari masjid, sekolah, panti asuhan, ojol bahkan hingga rumah sakit yang masih membutuhkan masker medis.

Banyak titik inilah yang ditargetkan gerakan #DonasikuBuatNegeri untuk menerima donasi masker.

Salah satunya, @rahmatullah.key pria yang berprofesi ojol di Malang, Jawa Timur, melalui unggahan di sosial media menyampaikan kebutuhan dirinya, penumpang dan komunitas ojol atas masker medis dalam menjalankan protokol kesehatan.

 Arif Yusuf, anggota dari komunitas ojek online GOPASSUS Malang, mengatakan bahwa di tengah pandemi Covid-19 memang terjadi penurunan pendapatan.

Tetapi dirinya mencoba untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi kenyamanan bersama.

“Saya dan komunitas merasa terbantu melalui #DonasikuBuatNegeri #15HariEsKrimAiceBerbagiSehat  dengan pemberian masker gratis. Masker gratis sangat membantu penerapan protokol kesehatan bagi driver dan penumpang. Terimakasih @aiceindonesia,” ucap Arif.

Bagi sebagian orang, mungkin sekotak berisikan 50 lembar masker medis 3-ply masih terjangkau. Namun sesungguhnya masih banyak masyarakat bangsa kita yang memiliki keterbatasan uang, akses dan pemahaman untuk membeli dan menggunakan masker medis.

Inilah yang menjadi tantangan bagi kebersamaan seluruh anak bangsa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

Dengan komunikasi internet yang sudah ada di genggaman, netizen bisa dengan mudah dan efektif menyampaikan informasi kebutuhan masker medis bagi pihak-pihak yang membutuhkan sekitarnya.

“Sebagai gerakan sosial, kami selalu bergandengan tangan dengan siapapun untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Dan lewat #DonasikuUntukNegeri kami berharap edukasi pakai masker makin bergaung serta donasi masker medis berkualitas sampai di tangan yang benar-benar membutuhkan,” tambah Sylvana.

Tidak berhenti sampai disini, mulai bulan September ini, Aice Group juga akan membagikan masker medis ke sekolah-sekolah, sejalan dengan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dalam mendukung upaya penerapan protokol kesehatan dan pencegahan COVID19.

Gerakan inovatif #DonasikuBuatNegeri menjadi awal untuk berbagi kepada sekolah-sekolah, dimana Aice Group banyak mendapatkan permintaan dari sekolah yang ternyata kekurangan masker medis.

Salah satunya, Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar di SDN Kesabilan Banten melalui unggahan sosial media nya mengungkapkan bahwa sekolah yang berada di area terpencil di Serang Banten ini memiliki keterbatasan dalam penyelenggaraan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

“Saat pandemi COVID19, sekolah ini memberlakukan pengajaran secara daring, namun setiap 2 hari sekali para siswanya secara bertahap datang ke sekolah untuk menyerahkan tugas karena tidak semua orang tua memiliki handphone,” ujarnya.

Melihat respon tersebut, melalui gerakan #DonasikuBuatNegeri, Aice Group telah menyalurkan sejumlah 2.000 masker ke SDN Kesabilan Banten yang diterima langsung oleh Solihin Mutiara Az Zahra selaku pengajar sebagai penerimanya.

“Melalui #DonasikuBuatNegeri dan #15HariEsKrimAiceBerbagiSehat, Aice Group juga sangat bersyukur program ini dapat menyentuh lapisan masyarakat yang sangat membutuhkan yang selama ini mungkin belum menerima donasi masker dikarenakan lokasinya yang terpencil maupun keterbatasan akses” tambah Sylvana.

Gambaran Mata Terkena Glaukoma Previous post Glaukoma Sebentar Lagi Bisa Dideteksi Dengan Kecerdasan Buatan
Next post Perusahaan Pelanggan Singapura Capilarry Akuisisi Persuade