WARTABUGAR – Sebelum sempat digunakan kepada calon penerima vaksin, Moderna menemukan adanya laporan kontaminasi dalam botol vaksin COVID-19 yang ditemukan di Japanci, Jepang. Partikel itu diketahui ditemukan di fasilitas produksinya di Spanyol sebelum dikirim ke Jepang.

Setelah ditelisik, menurut sumber Kementerian Kesehatan setempat yang dilansir Fierce Pharma (26/8/2021), vaksin itu terkominasi partikel logam. Kontaminan ditemukan dalam botol satu lot.

Akibatnya Takeda, perusahaan farmasi yang menjadi mitra Moderna menunda vaksinasi 1,63 juta dosis yang telah didistribusikan ke 863 pusat vaksinasi di negara tersebut. Alasan lain penundaan adalah karena 80% populasi Jepang berada di bawah pembatasan virus corona.

Moderna telah menelusuri masalah ini ke jalur produksi di Spanyol, di mana salah satu mitra manufakturnya memproduksi vaksin. Dalam penyeldikan, mitra produksi biotek Spanyol, Rovi Laboratories, mengatakan kontaminasi terbatas pada satu lot produk yang menuju Jepang.

Perusahaan menambahkan sedang menyelidiki masalah ini dan sedang berkomunikasi dengan otoritas kesehatan di Jepang.

Materi partikulat, yang komposisinya belum ditentukan, ditemukan di sekitar 40 botol yang tidak digunakan di delapan lokasi vaksinasi di Jepang, NHK melaporkan. Kepala sekretaris kabinet Jepang, Katsunobu Kato, mengatakan kepada wartawan bahwa dosis yang terkontaminasi diberikan kepada sejumlah orang yang tidak ditentukan.

Moderna mengatakan belum mengidentifikasi masalah keamanan, dan belum menerima laporan reaksi merugikan di antara penerima vaksin.

Pada Juni 2020, Rovi menandatangani kontrak untuk memproduksi vaksin COVID-19 Moderna. Pada bulan April lalu, perusahaan mengungkapkan bahwa mereka akan mulai memproduksi zat obat massal—selain dosis pembotolan—dari pabriknya di Grenada, Spanyol. Sebelumnya, produsen menerima bahan aktif vaksin dari Swiss.

Dibandingkan dengan masalah manufaktur yang menghambat pembuatan vaksin COVID-19 yang dibuat oleh Johnson & Johnson dan AstraZeneca, peluncuran vaksin Moderna relatif mulus. Perusahaan mengharapkan untuk menghasilkan US$19 miliar dalam penjualan vaksin tahun ini.

Previous post Keren, Halodoc Sejajar Dengan 100 Layanan Kesehatan Digital Dunia!
Next post FDA Setujui Terapi Baru Stroke Tanpa Obat