WARTABUGAR – Perusahaan farmasi dan bioteknologi asal Amerika Serikat, Pfizer, kini tengah gencar menggodok obat kanker. Pfizer bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Trillium Therapeutics.

Akuisisi antara Pfizer dan Trillium Therapeutics mencapai nilai hampir US$ 2,3 miliar.

Pfizer sepakat untuk membayar US$18,50 per saham, dan memberi nilai premi hingga lebih dari 200% dari harga penutupan saham pekan lalu.

Langkah Pfizer mengakuisisi Trillium dalam rangka memperluas akses tahap uji klinis obat kanker yang sedang dilakukan.

Di antaranya obat untuk beberapa jenis kanker darah, seperti limfoma dan jenis tumor tertentu.

Terapi obat kanker yang sedang dalam proses tersebut bekerja dengan cara memblokir reaksi sel protein tertentu pada kanker serta mengembangkan sel imun yang dapat mencegah pertumbuhan tumor.

Di sisi lain, Trillium optimis bahwa obat terapi kanker yang sedang dikembangkan ini mempunyai potensi untuk membangun sistem kekebalan tubuh melawan sel kanker.

Pihak Pfizer meyakini bahwa keputusan akuisisi ini dapat memperkuat lini bisnis obat kanker yang telah dikembangkan oleh perusahaan selama 10 tahun terakhir.

Sejak tahun 2015, tercatat ada 7 obat kanker produksi Pfizer yang telah disetujui untuk mengobati beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, payudara, serta leukemia.

Kepala Pengembangan Obat Kanker Pfizer, Chris Boshoff, menyatakan bahwa obat tersebut nantinya akan mengendalikan pertumbuhan protein yang disebut CD47 pada sel kanker tertentu.

Ini dilakukan dengan bantuan protein pengatur sinyal yang disebut SIRPα, yang merupakan reseptor pada sel myeloid.

“Sama seperti PD-1 dan PD-L1 blocker yang telah terbukti menjadi imunoterapi yang efektif untuk banyak tumor padat, interaksi SIRPα-CD47 diharapkan menjadi imunoterapi tulang punggung penting lainnya untuk beberapa jenis, terutama kanker hematologi,” kata Boshoff dikutip dari situs Biopharma Dive, (23/8/2021).

Beberapa perusahaan farmasi lainnya yang  juga melakukan hal seperti Pfizer, di antaranya

California Forty Seven, yang diakuisisi oleh Gilead tahun 2020 lalu seharga US$4,9 miliar.

Selain itu, ada pula AbbVie dan Boehringer Ingelheim yang telah mendapat lisensi resmi obat-obatan yang dikembangkan oleh I-Mab China dan OSE Immunotherapeutics Prancis.

Langkah Pfizer tentu juga menambah persaingan produsen obat kanker. Beberapa pesaing yang juga mengeluarkan obat serupa di antaranya Keytruda dari Merck & Co, serta Tecentriq dari Roche.

Kedua obat tersebut bekerja secara spesifik memblokir protein asam amino sel T yaitu PD-1 dan PD-L1.

 

Previous post Untuk Mengungkap Kejahatan Traficking, BP2MI Gandeng PPATK
Aplikasi tiket.com Next post Mau Plesiran Di Saat Pandemi, Buruan Mumpung Ada Promo