WARTABUGAR – Daewoong Pharmaceutical dan Hanall Biopharma, dua raksasa farmasi asal Korea Selatan, menanamkan investasi senilai US$ 1 juta di perusahaan terapi sel asal Amerika Serikat, Alloplex Biotherapeutics Inc. Ketiganya berencana akan mengembangkan terapi sel kanker terbaru.

Investasi tersebut rencananya akan digunakan oleh Alloplex untuk mengembangkan SUPLEXA, program sel terapeutik pertama di tahun 2022 mendatang. Sel Terapi SUPLEXA merupakan terapi autologous yang berasal dari darah pasien itu sendiri. Cara kerjanya berbeda dengan terapi lainnya, tidak direkayasa, dibuat dari sel mononuklear darah perifer (PBMC) yang diprogram ulang.

Nantinya, sel SUPLEXA ini akan dihasilkan dengan cepat dan dalam jumlah banyak untuk membunuh sel kanker atau tumor, tanpa mempengaruhi sel-sel normal lainnya. Kekebalan sel SUPLEXA akan membunuh sel tumor dengan lebih efektif, dan mengurangi efek samping terapi.

Co-CEO Hanall Biopharma, Seungwon Jeong, mengatakan harapannya bahwa investasi tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien kanker.

“Dengan senang hati dan antisipasi bahwa kami berinvestasi di Alloplex karena mereka mengembangkan pengobatan sel kekebalan anti-tumor yang unik, dengan harapan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien kanker melalui pengobatan ini,” jelas Jeong dilansir dari situs PR News Wire, (19/8/2021).

Di kesempatan yang sama, CEO Alloplex Biotherapeutics, Frank Borriello, menegaskan kolaborasi untuk pengembangan sel SUPLEXA ini juga akan segera dilakukan di Australia.

“Kami sangat menghargai kepercayaan yang ditunjukkan oleh Daewoong dan Hanall melalui investasi mereka di Alloplex. Kami berharap ini akan menjadi awal dari kolaborasi yang bermanfaat dimana kami dapat mengembangkan sel SUPLEXA Therapeutic di kawasan Asia-Pasifik menyusul keberhasilan percobaan pertama pada manusia yang akan segera dimulai di Australia,” pungkas Borriello.

SUPLEXA digadang-gadang akan menjadi terapi selular untuk mengobati tumor padat dan cair yang lebih efektif dari sebelumnya. Keunggulan SUPLEXA antara lain tidak memerlukan rekayasa genetik serta prosesnya yang cenderung sederhana, hanya membutuhkan peralatan laboratorium standar.

Suasana perbelanjaan di Korea Previous post Survei: 57% Konsumen Memilih Brand Baru Dalam Belanja Online
Next post Produsen Bir Johnnie Walker Sumbang Konsentrator Oksigen