WARTABUGARAngiotensin receptor blocker (ARBs) dan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor merupakan dua jenis obat untuk menyembuhkan pasien hipertensi. Obat-obat kedua jenis itu pun sudah tersedia di sejumlah apotek di Indonesia, tetapi obat itu harus menggunakan resep dokter.

Namun, manakah yang paling ringan efek sampingnya? Menurut studi terbaru penghambat ACE lah yang memiliki efek samping lebih ringandari pada obat dari golongan ARB. Itu terungkap studi yang dipublikasi dalam Jurnal Hypertension dan dikutip oleh Pharmacy Times (4/8/2021).

“Dalam pedoman profesional, beberapa kelas obat sama-sama direkomendasikan sebagai terapi lini pertama. Dengan begitu banyak pilihan obat, kami merasa dapat membantu memberikan kejelasan dan panduan kepada pasien dan profesional perawatan kesehatan,” kata Profesor Rui Jun Chen, ahli ilmu data translasi dan informatika di Geisinger Medical Center, Denville, Amerika Serikat.

Peristiwa terkait jantung didefinisikan sebagai serangan jantung, gagal jantung, stroke, atau kombinasi dari peristiwa ini, serta kematian jantung mendadak. Mereka juga membandingkan tingkat kejadian untuk 51 efek samping yang berbeda antara 2 kelompok. Penelitian ini melibatkan 2.297.881 pasien yang diobati dengan ACE inhibitor dan 673.938 pasien yang diobati dengan ARB.

Meskipun tidak ada perbedaan signifikan yang ditemukan dalam tingkat kejadian serangan jantung, stroke, rawat inap karena gagal jantung, atau kejadian jantung lainnya, para peneliti menemukan perbedaan yang cukup besar efek samping dalam tingkat 4.

Mereka yang menggunakan ACE inhibitor 3,3 kali lebih mungkin mengalami angioedema—akumulasi cairan dan pembengkakan lapisan kulit dan selaput lendir yang lebih dalam—32% lebih mungkin mengalami batuk, 32% lebih mungkin mengalami peradangan pankreas mendadak (pankreatitis), dan 18% lebih mungkin untuk menderita perdarahan di saluran pencernaan.

ARB tidak berbeda dalam keefektifannya dan mungkin memiliki efek samping yang lebih sedikit daripada ACE inhibitor di antara mereka yang baru memulai pengobatan,” kata Chen. “Sayangnya kami tidak dapat memperluas kesimpulan ini kepada orang-orang yang sudah menggunakan ACE inhibitor atau mereka yang menggunakan banyak obat.

 

Previous post
Next post Di Hari Hutan Indonesia, Koalisi Pemerhati Hutan Terbentuk