Read Time:57 Second

OBATDIGITAL – CanSino Biologics berinovasi. Perusahaan farmasi asal Cina itu akan menggabungkan vaksin COVID-nya dengan vaksin milik Rusia Sputnik V. Perusahaan tersebut berencana memulai uji klinis awal bulan depan.

Senior Vice President CanSinBIO Pierre Morgon menuturkan, gabungan dosis vaksin dapat mengatasi kekurangan pasikan vaksin Sputnik V. Tentunya dengan mengadopsi teknik yang serupa dengan produk perusahaan China.

“[Penggunaan gabungan] merupakan permintaan beberapa negara, karena Rusia mengalami kesulitan dalam memasok dosis kedua dalam jumlah yang cukup dibandingkan dengan dosis pertama,” kata Morgon, dilansir dari Reuters, Jumat (30/07/2021).

Vaksin Sputnik V maupun CanSinoBIO adalah vaksin vektor virus dan menggunakan adenovirus yang telah direkayasa. Hal ini agar tidak berbahaya sebagai vektor untuk membawa informasi genetik virus corona ke dalam tubuh manusia. Dosis pertama Sputnik V didasarkan pada adenovirus tipe 26, sedangkan dosis kedua dan vaksin CanSinoBIO mengandung adenovirus tipe 5.

“Kami akan mempelajari keamanan dan kemampuan gabungan dosis untuk memicu respon imun pada orang dewasa. Ini telah memperoleh dukungan otoritas lokal, sambil menunggu persetujuan dari komite etik,” kata Morgon.

Seperti diketahui, China sedang mengembangkan vaksin COVID-19 CanSino Biologics. Vaksin ini berbeda dari lainnya karena menggunakan metode hirup dan disinyalir bisa memicu antibodi.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post DBS-Temasek Luncurkan Fasilitas Pendanaan EvolutionX
Acronis Luncurkan Produk Terbarunya Next post Acronis Luncurkan Produk Perlindungan Hacker