WARTABUGAR – India saat ini tengah mempersiapkan produksi obat COVID-19 buatan lokal, 2-Deoxy-D-Glucose atau yang dikenal dengan 2-DG. Nantinya obat COVID-19 ini akan diproduksi oleh BDR Pharma, salah satu perusahaan farmasi India yang telah berpengalaman selama 15 tahun.

BDR Pharma telah menandatangani perjanjian dengan Defense Research and Development Establishment (DRDE) dan Institute of Nuclear Medicine and Allied Sciences (INMAS) untuk pembuatan, distribusi, dan pemasaran 2-DG di negara tersebut. Bulan lalu, Drugs Controller General of India (DCGI) telah menyetujui obat oral untuk penggunaan darurat sebagai terapi tambahan pada pasien COVID-19 ringan hingga berat.

Direktur Medis Bersertifikat (CMD) BDR Pharma, Dharmesh Shah mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik lisensi dari DRDO dan menambahkan 2-DG ke penawaran produk COVID-19. Perusahaan ingin memastikan bahwa 2-DG akan menjangkau sebanyak mungkin pasien India yang menjadi korban pandemi yang kian mengkhawatirkan ini.

“Tujuan kami adalah untuk meningkatkan ketersediaan pengobatan yang berhasil dan mengoordinasikan pembuatan sehingga tidak ada kelangkaan obat untuk diberikan kepada orang yang memerangi penyakit ini,” ujar Shah dilansir dari situs Financial Express (26/7/2021).

Harga produk akan bersaing di pasaran. 2-DG akan dipasarkan dalam bentuk bubuk kemasan sachet yang dapat dikonsumsi secara oral setelah dilarutkan dalam air.

“Perusahaan berpikir bahwa dengan memperluas dan memperdalam identifikasi dan pengembangan opsi terapi COVID-19, kolaborasi ini dapat mengatasi lebih banyak kebutuhan medis yang tidak terpenuhi,” imbuh Shah.

DRDE telah menghasilkan 2-DG dengan uji klinis dilakukan bekerja sama dengan Laboratorium Dr Reddy oleh INMAS, laboratorium DRDO. Setelah menerima tanggapan positif dalam uji coba Fase-II dan Fase-IIb, DCGI mengizinkan uji coba fase-III 2-DG pada November 2020.

Uji coba Fase-II, yang berlangsung dari Desember 2020 hingga Maret 2021, mendaftarkan 220 pasien. Obat itu ditemukan untuk mempercepat pemulihan pasien COVID-19 di rumah sakit dan mengurangi kebutuhan oksigen tambahan pada pasien COVID-19.

Previous post Survei Microsoft: 3 dari 5 Konsumen Telah Disasar Scammer Dalam Setahun Terakhir
Bank UOB Indonesia Next post Bank UOB Indonesia-Cashlez Fasilitasi Transaksi Pembayaran Buat UMKM