24 Juli 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Survei: 90% Pemuda Cemas Dalam Mencari Pekerjaan

Studi tersebut menemukan bahwa hampir 90% pemuda Indonesia cemas tidak dapat pekerjaan.

WARTABUGAR – Untuk menandai peringatan World Youth Skills Day Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun ini, Deutsche Post DHL Group (DPDHL Group), perusahaan penyedia jasa logistik,  telah mempublikasikan beberapa temuan utama dari suatu studi perdana tentang kecakapan kerja pemuda di Asia.

Studi daring yang diadakan selama tiga minggu tersebut menerima hampir 950 tanggapan dari pemuda di atas usia 15 tahun di Asia, termasuk hampir 200 respons dari Indonesia.

Pemuda – pemuda dari enam negara lainnya – Kamboja, India, Malaysia, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam juga menjadi responden yang melengkapi studi tersebut.

Berdasarkan rilisnya yang diterima WARTABUGAR (15/72021), studi Indonesia ini dilakukan sebagai bagian dari program GoTeach oleh DPDHL Group dengan dukungan dari mitranya yaitu SOS Children’s Villages.

Christoph Selig, Vice President, sustainability communications and programs, DPDHL Group mengatakan, ketidakpastian dan perasaan tidak aman terhadap pekerjaan muncul seiring dengan perjuangan yang berlanjut dari sebagian besar perekonomian di wilayah tersebut terhadap berbagai gelombang COVID-19.

“Sementara hal ini pasti berdampak terhadap peta perekrutan untuk berbagai bisnis di seluruh bidang industri, rasanya menggembirakan ketika melihat para pemuda kita mampu mengenali tantangan-tantangan yang ada di hadapannya, tetapi tetap optimis tentang bakat dan kemampuan mereka sendiri dalam mendapatkan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan mereka,” ujar Selig.

Studi tersebut menemukan bahwa hampir 90% pemuda Indonesia yang menjadi responden merasa “cemas” atau “sangat cemas” tentang kemampuan mereka untuk menemukan suatu pekerjaan.

Dari jumlah itu,  hampir 92% di antaranya mengakui bahwa pandemi COVID-19 menimbulkan dampak terhadap proses pencarian pekerjaan.

Meskipun demikian, ada kepercayaan diri dan optimisme di kalangan pemuda ini: 9 dari 10 di antara mereka percaya bahwa mereka siap untuk memasuki pasar dunia pekerjaan.

Dari jumlah tersebut, rlebih dari 80% yang menunjukkan bahwa mereka memperkirakan bisa mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari enam bulan setelah menyelesaikan pendidikan mereka.

Ketika melakukan evaluasi terhadap penawaran pekerjaan, lebih dari 21% pemuda Indonesia memilih “rasa aman dalam pekerjaan” sebagai faktor yang paling penting, yang diikuti langsung oleh “peluang untuk belajar dan menghadapi tantangan”.

Sementara rekan-rekan mereka di wilayah yang sama percaya bahwa keduanya penting, tetapi ada 20% yang merasa bahwa peluang untuk belajar dan menghadapi tantangan lebih penting daripada rasa aman dalam pekerjaan.

Tidaklah mengherankan, sekitar 28% dari pemuda yang mengikuti survei di Indonesia, setuju dengan responden lainnyabahwa metode tradisional seperti pemagangan paling berguna dalam membantu mereka mendapatkan pekerjaan melalui saluran media sosial, dan rekomendasi dari mentor dan guru juga sama-sama disebut sebagai faktor utama yang memungkinkan.

Portal pekerjaan daring tetap dianggap cocok sebagai saluran yang berguna dengan persentase terkecil, karena kurangnya koneksi pribadi yang didapatkan dari bekerja sebagai pekerja magang atau validasi oleh kontak.