24 Juli 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Indonesia Akan Bujuk India Agar Sudi Mengirimkan Remdesivir ke Indonesia

Pemerintah Indonesia akan meminta tolong kepada  Pemerintah India untuk mempermudah pengadaan obat COVID-19. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah bertemu Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar berdiskusi seputar upaya diplomasi intensif agar India mengeluarkan izin ekspor remdesivir.

WARTABUGAR – Pemerintah Indonesia akan meminta tolong kepada  Pemerintah India untuk mempermudah pengadaan obat COVID-19. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi telah bertemu Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar berdiskusi seputar upaya diplomasi intensif agar India mengeluarkan izin ekspor remdesivir.

Sampai saat ini, India masih memberlakukan pelarangan ekspor ke luar negeri setelah diterjang gelombang COVID-19. Oleh karena itu, rencana pengiriman obat ke Indonesia sedang dalam proses pembahasan internal India.

PT Bio Farma (Persero) mengumumkan, tengah memproses impor obat remdesivir dari India untuk mengatasi kelangkaan obat COVID-19 di Indonesia. Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto berujar, sebelumnya perusahaan farmasi Mylan Laboratories Ltd di India mengimpor remdesivir kepada PT Indofarma Tbk (INAF) yang merupakan anak usaha Bio Farma.

“Ditargetkan awal Juli sudah masuk sekitar 60.000 botol remdesivir. Akan terus dilakukan importasi lagi sesuai kebutuhan. Nantinya bisa segera didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan,” ujarnya dilansir dari Kontan, Sabtu (03/07/2021).

Kerja sama PT Bio Farma (Persero) dengan Mylan Laboratories Ltd telah terjalin sejak lama. INAF mulai memasarkan obat remdesivir dengan merek dagang Desrem™ Remdesivir Injection 100mg pada Oktober tahun lalu. Perusahaan ini juga memproduksi obat Covid-19 lainnya yaitu Oseltamivir dengan kapasitas produksi sebanyak 4,9 juta kapsul per bulan.

Beberapa perusahaan farmasi Indonesia juga menyediakan obat penanganan COVID-19. PT Phapros Tbk (PEHA) yang merupakan anak usaha PT Kimia Farma Tbk (KAEF) memasarkan Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipravir, Dexamethasone, dan Methylprednisolon. Dengan ini, stok obat diharapkan dapat terpenuhi.