24 Juli 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

La Liga Gandeng Microsoft dan Foundation 29 Kumpulkan Data Covid-19, Untuk Apa?

Untuk mengumpulkan data termasuk informasi anonim, yang berkaitan dengan tes PCR dan antibodi yang dilakukan oleh para pemain dan karyawan klub LaLiga Santander, La Liga gandeng Microsoft.

WARTABUGAR – Krisis dalam kesehatan masyarakat telah menguji kemampuan kita untuk bekerja secara kolaboratif dan menggunakan teknologi secara efektif.

Untuk terus meningkatkan dan memajukan penelitian ilmiah yang bisa membantu mengatasi tantangan seperti pandemi COVID-19 ini, sangatlah penting bagi perusahaan dan badan publik untuk bekerja sama dalam memperoleh data serta mengembangkan kapasitasnya untuk membagikan datanya ke komunitas ilmiah.

Dalam kata lain, kita perlu membuat data terbuka yang bisa dibagikan secara aman dan menjamin privasi orang untuk kepentingan masyarakat.

Hal ini memberdayakan penelitian tentang penyakit dan memungkinkan untuk melindungi populasi serta meningkatkan respons kita, dan perawatan kesehatan dengan pandangan risiko kesehatan masyarakat di masa depan serta menghormati kerangka hukum yang berlaku di berbagai wilayah.

LaLiga merupakan organisasi olahraga pertama di Eropa yang menerapkan protokol untuk mengizinkan para pemain dan penggemar untuk menikmati salah satu olahraga yang paling terkenal di dunia.

Sebagai liga dengan salah satu pengikut global terbesar di awal musim 2020/21, LaLiga juga memutuskan untuk mendukung komunitas ilmiah dengan mengumpulkan data termasuk informasi anonim, yang berkaitan dengan tes PCR dan antibodi yang dilakukan oleh para pemain dan karyawan klub LaLiga Santander dan LaLiga SmartBank.

Para peneliti bisa mengolah data ini menggunakan platform yang telah disediakan oleh Foundation 29 kepada institusi yang ingin berbagi data mereka bersama komunitas ilmiah lainnya secara aman untuk tujuan penelitian.

LaLiga telah memahami betapa pentingnya untuk berkontribusi pada pengembangan penelitian untuk mengatasi pandemi.

“Di LaLiga, kami telah bekerja keras sejak awal pandemi untuk menciptakan protokol kesehatan masyarakat yang bisa memungkinkan pertandingan berlangsung secara terjamin dan semaksimal mungkin. Berkat kerja keras kami dan perencanaan pengujian ketat yang telah dilakukan, Kami telah mengumpulkan sejumlah besar data yang bisa membantu komunitas ilmiah menjadi lebih baik dan melawan COVID-19. Kami sangat bangga dengan apa yang telah kami capai dan kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Foundation 29 dan Microsoft,” kata Jaime Blanco, Asisten Presiden LaLiga yang juga bertindak sebagai Kepala Protokol dan Pengujian.

HealthData 29, merupakan platform berbagi data dari Foundation 29, yang telah dirancang khusus untuk menanggapi kebutuhan yang berkembang dalam mengedukasi generasi di dalam sektor kesehatan masyarakat.

Model berbagi data ini baru saja mendapatkan pengakuan dari Badan Perlindungan Data Spanyol, menunjukkan kepercayaan dirinya terhadap rancangan yang telah dibuat.

“Berdasarkan pengalaman kami di Foundation 29, kami mengetahui salah satu prinsip utama dari penelitian biomedis dimana data kesehatan seringkali hanya dimiliki oleh institusi kesehatan masyarakat dan tidak bisa diakses oleh peneliti atau pasien sendiri,” katanya.

“Ini alasan mengapa kami membuat platform HealthData 29, sebuah alat yang membantu mengumpulkan data anonim yang dihasilkan oleh penyakin apapun, sehingga kami dapat mencapai manajemen yang jauh lebih cepat, cerdas dan berintegrasi.

Itulah yang telah kami lakukan dengan data LaLiga untuk pengelolaan virus COVID-19 dan juga berkat bantuan Microsoft yang tidak ternilai.” Kata Carlo Mascias Cadavic, Direktur Medis dari Foundation 29.

Microsoft percaya bahwa setiap orang dapat memperoleh manfaat, membuka, berbagi, dan menggabungkan data untuk membuat keputusan yang lebih baik serta membantu mengatasi beberapa tantangan sosial yang paling mendesak di dunia, seperti meningkatkan diagnosa dan mekanisme pencegahan penyakit seperti COVID-19.

Hasilnya, Microsoft memberikan akses teknologinya kepada beberapa organisasi di seluruh dunia untuk mendukung pembagian data yang turut menghormati hak-hak dasar