Read Time:1 Minute, 37 Second

WARTABUGAR – Maraknya penyebaran varian delta virus COVID-19 membutuhkan penanganan berbeda dari varian sebelumnya. Ahli epidemiologi terkemuka di Cina, Zhong Nanshan, mengatakan bahwa membangun immune barrier atau penghalang kekebalan sangat dibutuhkan untuk memerangi varian delta COVID-19 yang sangat tinggi tingkat penularannya.

“Strain delta memiliki viral load tinggi dan masa inkubasi pendek, yang membuatnya dua kali lebih menular dari COVID-19 biasa,” ujar Zhong Nanshan dikutip dari Xinhua, (27/6/2021).

Lebih lanjut Zhong mengungkapkan kebangkitan virus di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong Cina selatan, adalah pertama kalinya Cina harus mengatasi varian delta yang menyebar di masyarakat. Varian yang pertama kali diidentifikasi di India ini memiliki masa inkubasi yang lebih pendek dibandingkan varian lainnya dan individu yang terinfeksi mengalami masa pemulihan yang lebih lama. Sebanyak 153 kasus dilaporkan terjadi di Guangzhou mulai Mei, tetapi tidak ada kasus lokal baru yang dilaporkan sejak 19 Juni 2021.

Pengurutan gen dari semua 153 kasus di Guangzhou telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasusnya bersifat homolog dan rantai penularannya jelas. Upaya ini memberikan dukungan data bagi pihak berwenang untuk menilai situasi dan menerapkan langkah-langkah pengendalian lebih lanjut.

“Mempertimbangkan viral load yang tinggi dan sifat delta yang sangat menular, kami mengklarifikasi bahwa siapa pun yang berada di ruang, unit, atau gedung yang sama dengan pasien hingga empat hari sebelum timbulnya penyakit adalah kontak dekat. Karena perubahan definisi kontak dekat, metode manajemen yang berbeda telah diadopsi,” jelas Zhong.

Zhong menambahkan, untuk mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan upaya untuk memerangi varian delta, perlu untuk mempercepat laju vaksinasi dan membangun penghalang kekebalan dalam populasi. Berdasarkan hasil analisis awal lebih dari 100 pasien di Guangdong menunjukkan, vaksin Cina efektif dalam mencegah perkembangan pneumonia dan infeksi parah.

Ia pun mendesak lebih banyak orang untuk mendapatkan vaksinasi. Hingga Kamis (24/6/2021), sudah lebih dari 1,1 miliar dosis vaksin telah diberikan di daratan Cina.

“Kami membutuhkan 80 persen atau lebih dari populasi yang divaksinasi di negara ini untuk membangun penghalang kekebalan,” tutup Zhong.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sinar Mas Land Beri Pelatihan Ngaji, supaya Muslimin Bisa Baca Alqu
Karyawan dengan komputernya (lustrasi) Next post Ingin Belajar Coding? Coba Pakai Platform Progate