WARTABUGAR – Produksi dan transportasi minyak mentah di Indonesia telah lama mengalami beberapa permasalahan keamanan, yang paling terkenal ialah pencurian. Pencurian minyak mentah ini biasanya dilakukan dengan modus illegal tapping.

Illegal tapping adalah pencurian minyak dengan modus membocorkan pipa yang aktif dengan mengalirkan minyak hasil produksi dan menyambungkan ke pipa/selang yang telah disiapkan oleh pelaku pencurian. Setelah menampung minyak dalam jumlah tertentu, para pelaku akan membiarkan pipa tersebut tanpa menambal lubang yang dibuat. Lubang tersebut nantinya akan menyebabkan minyak mentah terus mengalir sehingga mengakibatkan kerugian yang besar serta mencemari lingkungan.

Namun tak perlu kawatir, itu bisa diatasi dengan menggunakan drone. Seperti dirilis Kontan.co.id, PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) menggunakan drone dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) untuk pengawasan pipa minyak di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Penggunaan drone untuk pengawasan pipa minyak tersebut merupakan yang pertama di Chevron maupun di Indonesia.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (17/62021), Manager Security CPI, Akson Brahmantyo mengungkapkan penggunaan drone sukses membantu menurunkan angka pencurian minyak dalam setahun terakhir.

Menurut Akson, drone memiliki kemampuan menjangkau area yang sebelumnya sulit atau bahkan tidak mungkin diakses dengan metode konvensional. Tentunya hal ini sangat membantu perusahaan untuk mengumpulkan informasi yang lebih akurat mengenai lokasi dimana terjadinya pencurian minyak.

“Sehingga setelah diketahuinya lokasi dari hasil pantauan drone sebagai bukti yang kuat, perusahaan migas dapat meminta bantuan aparat keamanan untuk melakukan  penindakan,” ujarnya.

Drone Bramor C4EYE milik Terra Drone Indonesia sejak 2020 sudah dimanfaatkan untuk melakukan pengawasan di salah satu perusahaan migas di Indonesia. Drone Bramor C4EYE dirancang dengan kemampuan untuk transmisi real-time video hingga 40 km.

Selain itu, drone dapat terbang hingga 3 jam dengan tinggi terbang di atas 200 meter. Drone ini pun digabungkan dengan kamera yang dapat mentransmisikan video jarak jauh secara live pusat kendali perusahaan. Dengan pemanfaatan drone yang rutin digunakan, perusahaan migas dapat melakukan pengawasan lebih sering baik siang maupun malam sehingga dapat menekan aktivitas pencurian minyak.

Previous post Ini Platform Wisata Yang Baru, Mau Coba Jalan-jalan?
Next post Kemendagri, PPATK, Pemprov Sumatera Selatan Perkuat Integritas Perekonomian