20 Juni 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Seberapa Penting Peranan Vaksinasi dalam Pemulihan Perekonomian Indonesia?

Menurut pengamat, vaksinasi memainkan peranan penting dalam menentukan seberapa cepat pemulihan perekonomian Indonesia dapat terus berlanjut.

WARTABUGAR – Memasuki tahun kedua, pandemi Covid-19 masih belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat ini. Akan tetapi, hal tersebut tidak menghentikan upaya setiap negara dalam memulihkan perekonomiannya kembali setelah tergelincir akibat pandemi, tidak terkecuali Indonesia.

Pada webinar DBS eTalk Series terkini yang bertajuk “Indonesia: Accelerating Recovery & Growth in 2021” (25/5), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membagikan wawasan terkait proses pemulihan ekonomi nasional serta program vaksinasi yang senantiasa digencarkan pemerintah di tengah pandemi Covid-19,

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (9/6/2021), Erick mengatakan bahwa secara umum, perkembangan konfirmasi kasus harian aktif Covid-19 masih terkendali dengan tingkat kasus aktif sebesar 5% dan kesembuhan 92%, lebih baik dibanding angka global dengan tingkat kasus aktif sebesar 10% dan kesembuhan 88%.

“Walau pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama tahun 2021 masih terkontraksi, berbagai indikator menunjukkan pertumbuhan ekonomi masih terus berlanjut dengan tren kenaikan yang positif. Diantaranya, realisasi program pemulihan ekonomi nasional, sampai 11 Mei 2021, sudah mencapai 24,6%, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 2,96% secara tahunan (yoy), konsumsi rumah tangga walau masih mengalami kontraksi sebesar -2,2% yoy, tetap membaik dibanding kuartal sebelumnya yang berada di angka -3,61% yoy,” ujarnya.

Erick mengaku optimis dengan momentum pemulihan ekonomi yang akan terus berlanjut di kuartal kedua 2021, dan Indonesia mampu mencapai angka pertumbuhan ekonomi di sekitar 4-5% dengan titik tengah 4,5% di tahun 2021. Untuk itu, Erick juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi utama,

“Pemerintah akan melanjutkan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) sebagai instrumen utama pendongkrak perekonomian Indonesia di 2021. Sementara itu, untuk strategi khusus di kuartal kedua 2021 ini, pemerintah akan melanjutkan insentif atas sektor strategis bantuan sosial dan optimalisasi pemanfaatan kawasan ekonomi khusus,” sambung Erick.

Lebih lanjut, Kementerian BUMN memiliki peran yang signifikan dalam program vaksinasi. Tidak hanya mengamankan pasokan vaksin hingga tahun 2022, kami juga menggelar sentra vaksinasi BUMN untuk percepatan vaksinasi di lima titik di empat kota dengan target 5.000 orang/hari/titik.

“Sampai saat ini, kami sudah mencapai angka satu juta untuk sentra vaksinasi BUMN. Selain itu, bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin), kami mulai melaksanakan vaksinasi gotong royong bagi pekerja yang disambut antusias oleh sebanyak 22.700 perusahaan,” lanjut Erick.

Di kesempatan yang sama, ekonom dari DBS Group Research, Radhika Rao, juga berbagi tentang pertumbuhan ekonomi saat ini dan proyeksi mendatang pasca pemulihan ekonomi. Beliau menyampaikan bahwa vaksinasi menjadi faktor utama di 2021 yang membedakan satu negara dengan negara lainnya, berdasarkan dua hal: akses pasokan dan kecepatan pengiriman.

“Di Indonesia, program vaksinasi oleh pemerintah kemungkinan besar akan didukung oleh kerja sama yang baik antara pemerintah dan sektor swasta, di mana tidak hanya mempercepat penyaluran vaksin tetapi juga meningkatkan efisiensi. Dengan adanya penerapan program vaksinasi yang efisien, maka akan menjamin peningkatan jumlah masyarakat yang sudah divaksin pada akhir tahun 2021, dari hampir 6% yang sudah divaksin dosis pertama pada akhir Mei. Hal tersebut akan membantu normalisasi aktivitas, terutama permintaan konsumsi, dan memulihkan perekonomian dalam jangka panjang,” ujar Radhika Rao.

Sementara itu, Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), Pandu Sjahrir juga memaparkan pandangan positif dari segi pasar modal di Indonesia. Pandu menemukan fakta menarik bahwa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19 mendorong investor muda untuk berinvestasi dan mengikuti tren pertumbuhan Pasar Modal.

Pasar Modal Indonesia ditutup dengan optimisme di akhir tahun 2020, di mana terdapat pertumbuhan 51 perusahaan yang mencatat adanya 1,4 juta investor baru dengan rata-rata di bawah umur 28 tahun. Optimisme tersebut berlanjut hingga tahun 2021 dengan nilai transaksi perdagangan tertinggi dalam sejarah (nilai transaksi harian di BEI) selama Januari 2020 hingga Mei 2021 (year-to-date/ytd).

“Oleh karena itu, terlepas adanya ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi, kami melihat optimisme akan terjaga, bahkan sampai tahun 2022. Hal tersebut didorong oleh program vaksinasi yang cukup terdepan dari sisi pembelian dan ketersediaan vaksin. Selain itu, prakarsa yang akan dilakukan Omnibus Law juga akan sangat positif,”  ucap Pandu.

Selanjutnya, Presiden Direktur Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi mengatakan bahwa perekonomian domestik sudah mengalami perbaikan yang sejalan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) negara-negara lain, “Pada kuartal keempat tahun 2020, PDB Indonesia masih sekitar -2%. Kemudian di  kuartal pertama 2021 ini memang masih negatif yaitu sebesar -0.7%, namun menunjukkan peningkatan sekitar 1,5%.

“Kami melihat perbaikan angka penjualan pada sektor tertentu termasuk otomotif, properti, dan semen, serta indeks seperti Purchasing Manager Index dan Consumer Confidence Index juga terus mengalami peningkatan. Dengan penurunan earnings emiten-emiten secara agregat kurang lebih sebesar 22% di tahun 2020, kami melihat di tahun 2021 ini, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, emiten-emiten dapat memiliki ruang untuk peningkatan earnings secara agregat sekitar 25-30%,” tutur Lilis.

Maka dari itu, vaksinasi memainkan peranan penting dalam menentukan seberapa cepat pemulihan perekonomian Indonesia dapat terus berlanjut. “Dengan melihat jumlah vaksinasi nasional, baik yang disediakan oleh pemerintah maupun gotong royong yang sudah dimulai beberapa minggu lalu, saya melihat angka yang dihasilkan cukup menggembirakan sehingga cenderung menopang kekuatan ekonomi yang semakin tangguh ke depannya. Hal tersebut dapat menjadi payung yang kondusif untuk meningkatkan kinerja menjadi lebih baik di tahun 2021,” tutup Lilis.