19 Juni 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Transaksi Online di Bulan Ramadhan Tahun Ini Meningkat

Selama bulan Ramadhan, meski dilanda pandemi, transaksi online meningkat antara 12 April sampai 12 Mei 2021. Itu berdasarkan dari penelitian yang dilakukan Criteo, sebuah platform periklanan di internet.  Ini merupakan tranksasi kedua dimana umat Islam merayakan bulan puasa di tengah pandemi COVID-19.

WARTABUGAR – Selama bulan Ramadhan, meski dilanda pandemi, transaksi online meningkat antara 12 April sampai 12 Mei 2021. Itu berdasarkan dari penelitian yang dilakukan Criteo, sebuah platform periklanan di internet.  Ini merupakan tranksasi kedua dimana umat Islam merayakan bulan puasa di tengah pandemi COVID-19.

Pada tahun kedua berturut-turut, umat Muslim merayakan Ramadan di tengah kondisi COVID-19, data Criteo mengungkapkan peningkatan indeks trafik dan penjualan di Asia Tenggara jika dibandingkan dengan Pedagang retail regional mengalami lonjakan pada tanggal 2 Mei, dengan peningkatan trafik sebesar 26% dan peningkatan 21% dalam penjualan.

menurut Taranjeet Singh, Direktur Pelaksana, Asia Tenggara dan India, Criteo, ini sebagai akibat dari pembatasan COVID-19 yang sedang berlangsung di seluruh wilayah kita, jemaah harus menyesuaikan diri dalam menjalankan ibadah mereka di bulan suci Ramadan.

“Dengan langkah-langkah pembatasan jarak sosial yang menghalangi pertemuan dalam kelompok besar, konsumen memikirkan kembali pola pembelian mereka, terkait hal-hal seperti pemberian hadiah. Penting bagi pemasar dan brand untuk memahami perubahan ini dan melibatkan konsumen dengan apa yang paling mereka butuhkan, terutama selama perayaan penting,” jelas Singih dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (29/5/2021).

Sementara COVID-19 diperkirakan akan terus berdampak terhadap rencana perjalanan, Data Perjalanan terkini dari Criteo untuk Q1 2021 telah mengungkapkan bahwa perjalanan udara diperkirakan akan meningkat lebih cepat di Amerika dan Asia Pasifik daripada di Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, dan dengan penerbangan domestik yang pulih dengan lebih cepat daripada penerbangan internasional.

Faktanya, menurut temuan Criteo, 86%, 65%, dan 89% responden masing-masing dari Australia, Korea Selatan, dan Jepang, mengatakan bahwa mereka cenderung melakukan pemesanan daring untuk perjalanan domestik.

Satu tahun setelah wabah COVID-19 yang pertama, pemesanan tiket pesawat tetap rendah, yaitu sebesar -36% pada bulan April 2021. Namun, ini merupakan peningkatan 12 poin dari -48% pada bulan Januari 2021. Data Criteo juga menemukan bahwa pelaku perjalanan dengan aplikasi pemesanan telah memperhatikan pertumbuhan penggunaan aplikasi terutama di Asia Pasifik, dengan penjualan melalui aplikasi yang berkontribusi sebesar 77% dari pemesanan, diikuti oleh penjualan melalui ponsel sebesar 13%, dan penjualan melalui desktop sebesar 10%. 

Bagi pemasar dan pelaku perjalanan, penting untuk mengetahui bahwa prioritas wisatawan ada dua, yaitu kemampuan untuk mengembalikan dana sepenuhnya dari pemesanan jika rencana perjalanan terganggu, dan yang kedua, memastikan pembatasan jarak sosial dan tingkat sanitasi tertinggi.

“Menurut survei kami, wisatawan mengatakan bahwa mereka lebih cenderung memesan perjalanan jika uang pemesanan dapat dikembalikan sepenuhnya, dan wisatawan melaporkan pentingnya pembatasan jarak sosial dan langkah sanitasi di tengah pandemi yang sedang berlangsung,” jelas Singh.

“Dengan memahami hal ini, para pelaku perjalanan dapat mengambil tindakan dengan memberikan opsi jangka panjang kepada konsumen, dan penginapan yang lebih aman, dengan pembatasan jarak sosial. Selain itu, penyedia jasa perjalanan harus mendayagunakan preferensi konsumen terhadap aplikasi, guna menciptakan pengalaman menggunakan aplikasi yang menarik, untuk mendorong penggunaan dan penjualan,” lanjutnya.

Dengan pembatasan yang mulai longgar, banyak pelanggan di wilayah ini yang dapat mengakses opsi retail di dalam toko dan dalam jaringan, sambil mematuhi langkah-langkah pembatasan jarak sosial.