20 Juni 2021

Warta Bugar

Informasi Segar dan Sehat Sekitar Kita

Ngeri, Ekonomi Indonesia Capai Titik Terendah!

Menurut analisas DBS Group Research, PDB tahunan Indonesia mengalami kontraksi -0,7%, vs -2,2% pada kuartal keempat 2020.
tol trans sumatera
tol trans sumatera

WARTABUGAR – Sesuai dengan perkiraan Ekonom DBS, PDB tahunan Indonesia mengalami kontraksi -0,7%, vs -2,2% pada kuartal keempat 2020. Namun, di luar keunikan efek dasar aritmatika, kontraksi itu cukup besar (-0,96% jika dibanding kuartal sebelumnya vs -0,4% pada kuartal keempat 2020).

Peningkatan jumlah kasus Covid-19 pada awal 2021 mengharuskan perpanjangan pembatasan setempat sehingga memperlambat laju perekonomian. Itu berdasarkan analisa DBS Group Research dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (10/5/2021).

Rincian tersebut menunjukkan bahwa ekspor dan peningkatan pasokan (inventory) membantu pencapaian PDB di kuartal pertama 2021, sementara segmen lain menyusut lebih kecil. Konsumsi turun 1,8% dibanding kuartal pertama 2020, setidaknya lebih baik jika dibandingkan dengan minus 2,6% (rata-rata) pada dua kuartal sebelumnya.

Konsumsi rumah tangga dan swasta pun turun lebih besar di angka -2,2%, terbukti dengan melemahnya kepercayaan konsumen, penjualan eceran, dan kelambatan pembukaan kembali bidang pariwisata. Belanja pemerintah naik 3% vs 1,8% pada kuartal keempat 2020, menunjukkan bahwa percepatan pencairan dana pemulihan ekonomi akan menopang pertumbuhan.

Pertumbuhan pembentukan modal menyusut -0,2%, pulih secara berarti dari rata-rata -6,3% dalam dua kuartal sebelumnya. Hal tersebut didorong oleh pertumbuhan dalam penyetokan ulang barang, investasi peralatan mesin, kendaraan, dan gedung serta konstruksi. Ekspor bersih menyumbang 0,4 poin persentase (ppt) pada pertumbuhan, lebih rendah daripada empat kuartal terakhir karena pertumbuhan impor juga melambat.