Read Time:1 Minute, 41 Second

WARTABUGAR – Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Cicendo, Bandung berencana melakukan pengembangan layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pelayanan Kesehatan mata yang berkualitas di tahun 2030. Pusat Mata Nasional RS Mata Cicendo Kota Bandung sendiri telah berdiri selama 112 tahun dan menjadi RS Rujukan Nasional Pelayanan Mata di Indonesia. Layanan unggulan yang dimiliki diantaranya Low Vision, Diabetic Intergrated Eye Care, Intergrated Retinoblastomada dan Oftamologi Komunitas.

“Berdasarkan kajian potensi pasar untuk memenuhi kebutuhan layanan Kesehatan mata hingga tahun 2030, PMN RS Mata Cicendo sudah harus mengembangkan kapasitasnya dengan membangun RS baru ditingkat Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) 3” ujar Dirut PMN RS Cicendo, Irayanti.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan tiga hal utama yang harus dilakukan RS Cicendo dalam pengembangan rumah sakit. Pertama, selain pembangunan fisik, rumah sakit juga harus memastikan peningkatan kulitas pelayanan sehingga pada akhirnya tidak hanya menjadi rujukan di tingkat nasional, melainkan juga pada tingkat internasional. Kedua, rumah sakit harus menjadi pusat penelitian dengan bekerjasama dengan fakultas/pendidikan kedokteran di Indonesia. Dan ketiga, harus mampu mengampu rumah sakit nasional.

“Dalam hal mengampu RS Nasional, artinya seluruh Rumah Sakit yang urusannya dengan mata standar pelayanannya harus baik”, kata Menkes

Menkes juga berpesan bahwa selain fungsi kuratif, rumah sakit juga harus menjalankan fungsi promotive preventif.” Rumah sakit mata Cicendo tolong bantu edukasi jangan sampai masuk rumah sakit kalau bisa lebih dini dengan pencegahan secara preventif dan promotif” tambah Menkes

Turut hadir Bersama Menteri Kesehatan Budi G. Sadikin, adalah Direktur Utama PMN RS Mata Cicendo, Irayanti, , Dirjen Pelayanan Kesehatan Abdul Kadir, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dan Kota Bandung di Aula lantai 4 PMN RS Mata Cicendo (10/4).

Pada kesempatan yang sama, Menkes juga meninjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi lansia. Setiap harinya ditargetkan sebanyak 100-150 orang lansia divaksinasi di PMN RS Cicendo

“Karena lansia itu adalah orang yang beresiko tinggi setelah nakes yang harus kita lindungi, Saya disini terharu dan terima kasih kepada Dirut dan teman-teman di Rumah Sakit Cicendo karena telah memprioritaskan lansia” terang Menkes.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Menteri ESDM Arifin Tasrif Previous post Menteri ESDM: Pemerintah Indonesia Sedang menyusun Grand Strategy Energy National 
aplikasi chubb life balance Next post Chubb Life Luncurkan Aplikasi Kesehatan