Read Time:3 Minute, 28 Second
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menteri ESDM Arifin Tasrif

WARTABUGAR – Pemerintah Indonesia masih berkomitmen untuk mengurangi emisi karbon melalui ratifikasi Paris Agreement. Dengan sumber daya yang dimiliki, Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti surya, air, angin, panas bumi dan bioenergi. Indonesia dengan segala kekayaan alamnya bahkan memiliki potensi energi terbarukan yang cukup besar, hingga 417,8 GW.

namun sayangnya potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Pemanfaatan bauran energi terbarukan baru mencapai 10 persen pada tahun 2020 dan masih memerlukan tantangan besar untuk mencapai target KEN 23% pada tahun 2025.

Untuk itu, diperlukan akselerasi dalam pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia dalam upaya mengantisipasi krisis ekonomi dan krisis energi yang akan datang. Apalagi negara-negara di dunia juga sedang berlomba-lomba dalam mengembangkan energi terbarukan.

Pemanfaatan energi terbarukan ini telah mendorong percepatan investasi untuk pemulihan ekonomi yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan di sektor energi. Transisi ke energi bersih bukan lagi menjadi suatu pilihan tapi kewajiban untuk melepas ketergantungan dengan energi fosil, mengingat semakin menipisnya cadangan minyak dunia dan sumber energi fosil lainnya.

Masih kurangnya pemanfaatan dan sosialisasi mengenai penggunaan energi terbarukan membuat target KEN butuh partisipasi dari berbagai pihak. Untuk itu, Indonesia EBTKE ConEx kembali hadir dan akan diselenggarakan untuk yang ke-10 kalinya yang diselenggarakan oleh Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI).

Bertempat di Jakarta, telah dilangsungkan launching The Virtual 10th Indonesia EBTKE ConEx 2021’ oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Arifin Tasrif, yang juga dihadiri oleh para pejabat Kementerian ESDM dan kalangan pemangku kepentingan bidang energi khususnya energi terbarukan. Penyelenggaraan Indonesia EBTKE ConEx mendapat dukungan penuh dari Kementerian ESDM RI melalui Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca melalui ratifikasi Paris Agreement. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 dengan kemampuan sendiri dan 41% dengan bantuan internasional.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (9/4/2021), di tahun 2020 realisasi Nationally Determined Contribution sektor energi mencapai 64,4 juta ton CO² menunjukkan penurunan yang signifikan melalui pelaksanaan pengembangan EBT, efisiensi energi, pemanfaatan bahan bakar rendah karbon, penerapan teknologi energi bersih di pembangkit listrik dan reklamasi lahan bekas tambang.

“Pemerintah Indonesia saat ini juga sedang menyusun Grand Strategy Energy National (GSEN) dengan visi mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional. Dalam rancangan GSEN diharapkan kontribusi pengurangan emisi CO² untuk energi dapat mencapai 377 juta ton pada 2035 melalui mitigasi, penyediaan listrik melalui pembangkit EBT, penerapan efisiensi energi, penggunaan bahan bakar nabati, implementasi co-firing biomassa untuk mengurangi konsumsi batu bara di PLTU, pemanfaatan kendaraan listrik, transisi menuju bahan bakar rendah karbon, dan teknologi energi bersih,” ujar Menteri .

“Untuk mewujudkan energi bersih, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Untuk itu kami membutuhkan partisipasi dan dukungan dari swasta, asosiasi, akademisi, serta kerjasama dengan organisasi nasional dan internasional. Kami mengajak semua pemangku kepentingan dan pelaku usaha untuk dapat memanfaatkan forum di Indonesia EBTKE ConEx 2021 ini sebagai media brainstorming guna mendukung implementasi transisi energi menuju net zero emission di Indonesia. Diharapkan ajang ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan minat dan partisipasi publik dalam mengembangkan energi terbarukan,” sambung  Arifin Tasrif di sambutannya.

Dalam kesempatan yang sama, Surya Darma selaku Ketua METI juga mendukung komitmen pemerintah untuk memberikan perhatian dan dorongan pada sektor energi terbarukan ini. Untuk itu, melalui Indonesia EBTKE ConEx dapat mengajak para stakeholders yang terlibat untuk mendorong percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.

“Tahun ini kami kembali mengajak para stakeholders energi terbarukan untuk berkumpul dan memanfaatkan forum Indonesia EBTKE ConEx ini dengan menghadirkan berbagai inovasi di sektor energi dan khususnya energi terbarukan, bertukar informasi, pembelajaran dan juga sekaligus sosisalisasi berbagai kemajuan yang sudah dicapai terutama selama satu tahun terakhir termasuk upaya-upaya konservasi energi sebagai bentuk kontribusi penghematan terhadap sumber daya alam yang kita miliki,” ujarnya.

“Di tengah pandemi yang masih melanda, ajang ini menyediakan platform yang efektif dan efisien untuk para pelaku industri dan professional bertemu dalam membahas energi terbarukan dan konservasi energi. Kami berharap Indonesia EBTKE Conex yang akan diselenggarakan secara virtual kembali akan mendapat tanggapan positif dan partisipasi aktif dari berbagai kalangan dan pemangku kepentingan di Indonesia dan beberapa negara di dunia” ujar Surya Darma.

 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Navapark Previous post NavaPark Resmikan Botanic Park di BSD City
Next post RS Mata Cicendo Akan lakukan Pengembangan Layanan, Apa saja Pesan Menkes?