Kos-kosan milik Tantri Kotak
Kos-kosan milik Tantri Kotak

WARTABUGAR –  Tantri Syalindri Ichlasari yang lebih dikenal sebagai vokalis Grup Musik Kotak. Sudah belasan tahun ia sudah menjalani profesi tersebut. Tapi kini ia mulai melirik investasi lain, yakni membuka rumah kos. Tantri memilih kota Pelajar, Yogyakarta, sebagai kota untuk rumah kos pertamanya dengan nama Kost Bobok Manis.

Kos tersebut terdiri dari 8 kamar mengusung desain industrial dengan fasilitas lengkap seperti perabotan kamar, kamar mandi dengan shower, water-heater, wastafel, kulkas mini, lemari serta dapur umum.

Memiliki investasi kos memang merupakan impian Tantri sejak lama. Terinspirasi dari pengalaman dimana pernah mengalami keterbatasan pilihan dalam mencari kos murah di Jakarta. Keadaan ekonomi yang masih tidak menentu membuat Tantri harus banyak memutar otak mencari penghasilan tambahan.

Sebagai alternatifnya investasi kos ini menjadi penghasilan tambahan baginya. Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, Tantri mempercayakan pengelolaan kosnya kepada Singgahsini, property management service yang khusus bergerak di bidang kos-kosan dan masih satu grup dengan Mamikos.

Dalam rilisnya yang diterima WARTABUGAR (30/3/2021), Tantri mengaku tak kecewa berbinis kos-kosan. Ia bergabung dalam platform Mamikos. “Alhamdulilah investasi kos saya lancar, dan saat ini terisi 7 dari 8 kamar yang tersedia setelah 1 bulan bergabung,” ujarnya.

Ia memilih bergabung karena kalau berusaha sendiri belum tentu sukses. Banyak yang beranggapan bahwa rumah kos milik artis selalu laris manis dan diminati oleh para penyewa, namun di tengah kondisi pandemi tetap terasa penuh tantangan dalam mengelolanya. Sebenarnya kesuksesan dalam mengelola dan mengembangkan kos tidak hanya mengandalkan popularitas.

“Sebagai pemula dalam berinvestasi kos, saya menyadari memerlukan bantuan terutama dalam hal pemasaran serta operasionalnya. Lewat layanan Singgahsini dari Mamikos, saya tidak perlu khawatir lagi mengenai operasional kos, seperti salah satunya penagihan pembayaran sewa rutin bulanan dari penyewa,” sambung Tantri

Berinvestasi kos diakui oleh Tantri bukanlah perkara mudah. Dibutuhkan perencanaan yang matang agar tidak merugi. Tarif yang dikenakan kepada penyewa tentunya berkaca dari biaya pembangunan yang telah dilakukan, pemeliharaan bangunan serta menyesuaikan harga di pasaran. Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan kos juga menguntungkan bagi pemilik kos seperti menggunakan jasa Mamikos.

Pameran UKM Previous post Toko Online Jadi Jalan Penting Bagi Usaha Kecil Untuk Bertahan di Masa Pandemi
obyek wisata Hong Kong Next post Hebat, 11 Restoran di Hong Kong Masuk 50 Restoran Terbaik di Asia