WARTABUGAR – Pandemi COVID-19 di Indonesia telah berjalan satu tahun lamanya sejak kasus positif pertama diumumkan pada Maret 2020. Meski perekonomian negara sempat melemah, korporasi mulai memiliki optimisme akan kebangkitan dan pemulihan roda perekonomian nasional.

Dalam mendukung keberlanjutan dan keinginan untuk mengembangkan bisnis di kondisi sulit seperti saat ini dan di masa mendatang,

Bank DBS
Bank DBS

Sejak tahun 2016, DBS Vickers Sekuritas Indonesia juga kerap berpartisipasi dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah yang dilakukan oleh SMF dan tahun ini juga telah ditunjuk kembali sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters) bersama dengan beberapa sekuritas lainnya dalam penerbitan Obligasi dan Sukuk Mudharabah dalam mata uang Rupiah.

Meskipun minat investor sempat padam di awal masa pandemi, nyatanya para investor telah menunjukkan ketertarikannya kembali yang ditandai oleh tanggapan positif dari penawaran obligasi dan sukuk pada tahap ini dengan total permintaan yang didapatkan dari masa penawaran awal (bookbuilding) adalah sebesar Rp7,4 triliun dibandingkan dengan jumlah yang diterbitkan yaitu sebesar Rp2,0 triliun (mengalami lebih dari tiga kali lipat oversubscribed).

Nilai yang diterbitkan oleh SMF untuk tahap ini adalah sebesar Rp1,9 triliun untuk Obligasi Berkelanjutan V Tahap V Tahun 2021 dengan tenor satu dan tiga tahun, dan Rp100 miliar untuk Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I Tahap III Tahun 2021 dengan tenor satu tahun.

Sementara itu, Presiden Direktur DBS Vickers Sekuritas Indonesia, Hendra Purnama melihat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia yang melambat selama pandemi Covid-19. Karena itu ia menyadari  bahwa menjalankan dan mengembangkan bisnis di sektor korporasi tidaklah mudah.

Meskipun demikian, melihat pasar modal yang kembali pulih secara perlahan, mandat yang diberikan oleh SMF kepada DBS Indonesia sebagai salah satu penjamin pelaksana emisi efek untuk penerbitan Surat Utang Berharga membawanya untuk selalu mendukung SMF mengembangkan bisnis dan membantunya untuk terus bertumbuh dengan menerapkan prinsip tata kelola yang sehat.

“Kami senang apa yang kami lakukan bersama mendapatkan antusiasme yang baik dari para investor. Melalui kerja sama dengan SMF, kami yakin dapat tumbuh bersama dan saling merangkul di masa sulit untuk menghadapi tantangan keuangan guna menangkap peluang pertumbuhan yang baru, serta mempersiapkan kegiatan bisnis perusahaan yang lebih baik di tahun mendatang,” ujar Hendra Purnama.

Selanjutnya, Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo menjelaskan, dana obligasi ini akan dimanfaatkan untuk menopang bisnis perusahaan dan menggantikan sebagian dana ekuitas yang disalurkan sebagai pinjaman kepada penyalur Kredit Perumahan Rakyat (KPR). “Begitu pun dana penerbitan sukuk yang juga digunakan untuk menggantikan dana ekuitas yang disalurkan untuk pembiayaan sekunder perumahan syariah melalui unit usaha syariah SMF,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman juga menyambut baik kerjasama yang terjalin antara SMF dengan DBS Vickers Sekuritas Indonesia. “Kami berharap kerjasama ini akan terus berjalan dan kami optimistis dengan sinergi ini akan lebih banyak lagi investor yang berminat di penerbitan tahap berikutnya,” imbuh Trisnadi.

Rakor Pertamina International Shipping Previous post Pertamina International Shipping Lakukan Rapat Konsolidasi, Ada Apa?
Hindari Makanan-Minuman Berkafein Tinggi Saat Hamil Next post